Gerhana Bulan Total Ini Terjadi Pada Tanggal 27-28 Juli Mendatang. Jangan Sampai Ketinggalan Ya!

Gerhana Bulan Total Ini Terjadi Pada Tanggal 27-28 Juli Mendatang. Jangan Sampai Ketinggalan Ya!

Peristiwa alam yang jarang terlihat akan menyapa di Juli ini berupa gerhana bulan total. Sebelumnya, fenomena itu juga pernah terjadi pada awal Januari kemarin. Pada Juli ini ada peristiwa alam yang bersejarah dengan kehadiran gerhana bulan total atau dikenal dengan sebutan blood moon. Menariknya, gerhana bulan total kali ini merupakan yang terlama di abad 21. Menurut NASA dan BMKG, pada tahun 2018 akan ada dua Gerhana Bulan Total. Setelah 31 Januari lalu kita menyaksikan Super Blue Blood Moon, pada akhir Juli ini kita akan dapat menyaksikan Blood Moon. Blood Moon kali ini merupakan Gerhana Bulan Total terlama yang akan terjadi di abad ini.

Hasil gambar untuk gerhana bulan total

Gerhana Bulan Total akhir Juli ini dapat disaksikan di Indonesia pada tanggal 28 Juli. Durasi gerhana ini diperkirakan akan terjadi selama 6 jam 14 menit. Hal ini dikarenakan Bulan akan melintasi bagian tengah bayangan umbra Bumi, sehingga dibutuhkan waktu yang lebih lama bagi Bulan untuk meninggalkan umbra. Kamu dapat menyaksikan Blood Moon mulai dari pukul 00.14 sampai pukul 5.19 WIB.

Gerhana Bulan yang akan terjadi akhir Juli mendatang dikenal dengan sebutan Blood Moon. Disebut demikian karena penampakan Bulan akan berwarna semerah darah atau coklat kemerah-merahan. Fenomena ini hanya akan terjadi ketika puncak Gerhana Bulan Total. Warna merah pada peristiwa Blood Moon berasal dari cahaya Matahari. Cahaya Matahari terdiri dari berbagai frekuensi warna, mulai dari frekuensi rendah hingga tinggi.

Cahaya berfrekuensi tinggi seperti hijau, biru, dan ungu saat menembus atmosfer Bumi akan lebih mudah dihamburkan. Penghamburan cahaya inilah yang menyebabkan langit berwarna biru di siang hari. Sedangkan cahaya Matahari berfrekuensi rendah seperti kuning, oranye, dan merah akan dengan mudah melewati atmosfer Bumi. Pembiasan yang terjadi di atmosfer Bumi akan mengubah arah cahaya tersebut ke arah umbra Bumi. Sehingga Bulan yang berada di area umbra ketika berlangsung Gerhana Bulan Total akan tampak merah akibat pembiasan cahaya tersebut.

Hasil gambar untuk gerhana bulan total

Warna pada permukaan Bulan juga ditentukan oleh banyaknya debu di atmosfer. Semakin banyak debu, maka warna permukaan Bulan nantinya akan semakin merah (gelap). Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi pada 2003-2004, 2014, serta September 2015 silam. Fenomena Blood Moon akan menjadi pemandangan yang sangat indah di langit. Fenomena ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Juga dapat disaksikan di Asia, Afrika, Eropa, Australia, hingga Amerika Selatan pada tanggal 27 Juli mendatang. Jadi, catat tanggalnya dan jangan sampai kamu melewatkannya yah !

Tags: Gerhana Bulan, Wow, Info Unik

Fakta 10 months ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com