6 Dampak Negatif Kekerasan Terhadap Anak Ketika Menginjak Dewasa

6 Dampak Negatif Kekerasan Terhadap Anak Ketika Menginjak Dewasa

 Dampak Negatif Kekerasan Terhadap Anak  - Kekerasan pada anak memang masih banyak terjadi di masyarakat dunia. Ada beberapa faktor yang mendasari terjadinya hal tersebut, salah satunya adalah kurang pahamnya para orang tua terhadap mendidik anak secara benar menurut kesehatan dan agama. Sedangkan faktor lain yang paling sering terjadi di masyarakat adalah faktor ekonomi dan budaya.

Dampak kekerasan terhadap anak ini sangat mempengaruhi tumbuh kembang sang anak ketika menginjak dewasa nanti. Berikut adalah beberapa dampak kekerasan terhadap anak yang saya amati dan rasakan.

6 Dampak Negatif Kekerasan Terhadap Anak Ketika Menginjak Dewasa

1. Anak Merasa Rendah Diri

Anak yang sering mendapatkan perlakuan kasar dan tidak manusiawi akan merasa jika harga dirinya rendah karena orang tua melakukan hal-hal tidak patut pada mereka. Bila anak sedari kecil terus mendapatkan perlakuan seperti itu sampai menginjak usia dewasa, maka jiwa anak akan terguncang dan tak tau, apa masih layak di masyarakat atau tidak karena merasa rendah diri.

2. Anak Merasa Serba Salah

Terkadang ada orang tua yang selalu mencari-cari kesalahan sang anak dan bahkan main menyalahkan sang anak sebagai kambing hitam karena alasan tak masuk di akal. Ketika anak sudah menginjak masa dewasa, ia akan merasa susah untuk mencari tau apa yang harus ia lakukan agar tak di cap salah terus. Anak berpikir jika diri mereka sudah benar tapi orang tua mereka menyangkal dan tetap menyalahkan, padahal mereka tidak salah.

Ketika berada di masyarakat, anak akan merasa takut untuk berkomentar ataupun bertindak karena takut salah dan di salahkan. Hal ini karena di rumah selalu di anggap salah oleh orang tua.

Baca juga : 6 Dampak Negatif Mendidik Anak Secara Keras Dan Kasar

3. Meninggalkan Bekas Trauma

Menghilangkan trauma adalah hal yang sangat sulit. Apalagi trauma akan bekas kekerasan seksual dan pisikologi. Bekas dari setiap kejadian-kejadian itu senantiasa terekam dengan jelas dalam memori otak. Apalagi ketika pukulan, cambukan, tamparan, hantaman, cekikan dan aksi kekerasan lainya, meninggalkan bekas di kulit. Itu terlihat dan bagai terasa setiap detik jantung berdegup.

Kekerasan seksual juga sangat berdampak buruk bagi anak, apalagi bila yang melakukan itu adalah guru mereka di sekolah. Hal itu memicu rasa trauma akan lawan jenis dan beranggapan jika lawan jenis seperti itu, suka merendahkan harga diri orang lain. Belum lagi semua kejadian buruk dan biadab itu terngiang terus menerus hingga sampai dewasa masih tersimpan.

Ini semua sangat buruk untuk perkembangan pisikologi dan fisik anak dan harus segera di selamatkan.

Baca juga : Masa Remaja Yang Sia-Sia Ketika Melakukan 5 Hal Ini

4. Anak Selalu Curiga Terhadap Orang Lain

Kekerasan terhadap anak dapat menimbulkan rasa curiga terhadap orang yang sudah ia kenal maupun orang baru. Mereka menelik kecurigaan tentang hal-hal yang tidak-tidak sebagai antisipasi diri dari rasa takut dan trauma berlebih. Selalu beranggapan jika tidak ada seorang pun yang dapat menolongnya dan semua orang itu sama, tidak ada yang peduli padanya karena orang tua mereka sendiri tidak peduli.

5. Menjadikan Anak Tempramental

Keadaan emosi anak mudah berubah seriring tindakan orang-orang disekitarnya. Bahkan mereka melampiaskan semuanya di lingkungan masyarakat karena tak berani melawan aksi kekerasan orang tua mereka. Hal ini lebih buruk lagi karena anak bisa kehilangan banyak teman serta hidupnya semakin disudutkan oleh beberapa pihak.

Baca juga : 8 Tips Untuk Menjalani Pekerjaan Yang Tidak Sesuai Passion!

6. Kehilangan Masa Bahagia

Aksi kekerasan yang di alami anak hanya meninggalkan bekas luka, trauma, tangis dan kesedihan. Anak menarik diri dari dunia luar dan memendam semua penderitaan yang ia alami. Bagi mereka tak ada sebuah kebahagiaan dalam hidupnya. Bukannya mereka merasa menyerah tapi mereka tak tau harus melangkah ke arah mana untuk bebas dan hidup dengan bahagia. Tak ada orang yang merasa bahagia bila hidupnya ditekan dan terancam.

Mari kita buka mata dan tolong para anak yang mengalami tindakan kekerasan. Hentikan tindakan kekerasan dan jangan melakukan tindakan balas dendam kepada orang lain atuapun anak kita bila dulu kita pernah mengalami tindakan kekerasan. Selamatkan jiwa anak-anak kita dengan cara hentikan kekerasan terhadap anak.

Tags: #kepribadian, #anakmuda, #kehidupan

Family 3 months ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com