Cara Simple Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Anak Matre

Cara Simple Mendidik Anak Agar Tidak Menjadi Anak Matre

Mendidik anak sekarang ini tentu memiliki tantangan tersendiri. Sekarang ini orang lebih banyak mengukur kebahagiaan dan kesuksesan dengan materi. Untuk itu kita haruslah sangat berhati-hati saat memilih cara mendidik anak kita. Niat kita mungkin ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk anak, tetapi kadang tanpa disadari kita malah mendidiknya menjadi seorang anak yang materialistis.

Ada sebuah studi yang di lakukan oleh Michele Borba, Ed.D, menyimpulkan bahwa anak-anak di jaman sekarang lebih materialistis di usia yang lebih muda lagi dibandingkan beberapa tahun yang lalu.

Sudah menjadi tugas pokok orangtua untuk memberikan dan menanamkan pemahaman kepada anak-anaknya bahwa karakter moral yang mereka miliki, kontribusi mereka terhadap lingkungan, dan kualitas hubungan mereka akan jauh lebih bernilai dari pada materi yang bisa diperoleh.

Dengan kata lain, orangtua perlu meyakinkan anaknya bahwa identitas dan status mereka tidaklah didasarkan pada apa saja yang mereka miliki. Orangtua perlu mempelajari sejumlah cara bagaimana cara membesarkan anak tanpa menjadikan mereka menjadi seorang yang materialistis. Berikut cara-cara yang disarankan:

1. Berhati-hatilah dengan iklan tv, sebaiknya kita harus membatasi anak untuk menonton tv setiap hari



Saat menonton tv, usahakan Anda mendampingi mereka. Karena iklan yang muncul di tv dapat menarik perhatian anak untuk menginginkannya.

Cara lain adalah dengan mengalihkan perhatian anak saat iklan dengan cara mengganti saluran atau mengajak anak berbicara. Jika tidak memungkinkan, jelaskan kepada anak kita tentang teknik promosi yang biasa digunakan dalam sebuah iklan.

2. Perhatikan apa yang diperhatikan anak, jelaskan kepada mereka agar mereka tidak selalu mengikuti trend



Anak-anak sering melihat tren mode pakaian bermerek baik di tv maupun di majalah dan mereka ingin menggunakan pakaian tersebut, saatnya bagi Anda untuk menjelaskan kepada mereka agar tidak selalu mengikuti arus.
Mungkin Anak akan kesal, sebal dan mengatakan Anda tidak megerti apa yang meraka inginkan. Akan tetapi pada akhirnya anak akan meresapi penjelasan Anda.

3. Mengatakan “tidak” membelikan benda-benda yang diinginkan anak bukanlah hal keliru



Sebaiknya jangan selalu membelikan apa yang diinginkan oleh anak. Bukan berarti kita tidak sayang, akan tetapi ada kalanya kita juga harus menolak membelikan benda-benda tersebut semata-mata hanya untuk mengajarkan pada anak bahwa semua yang kita inginkan tidak selalu kita dapatkan.

4. Hadiah tanpa membeli, ini mendorong anak untuk kreatif dalam membuat hadiah



Berilah pengertian pada anak, bahwa hadiah itu tidak selalu di beli dan harganya mahal. Hadiah juga bisa dibuat sendiri tanpa mengeluarkan biaya. Justru itu malah akan meningkatkan kreativitas anak untuk membuat puisi, kartu, atau poster yang menggambarkan rasa cinta mereka bagi si penerima hadiah.

5. Jika orangtua ingin mempunyai anak yang tidak materialistis, orang tua harus bisa menjadi contoh seseorang yang tidak materialistis



Sebelum menyalahkan orang lain, kita sebagai orang tua harus mencoba membenahi diri kita sendiri. Jika Anda termasuk orang yang suka dengan barang-barang bermerk yang harganya sangat mahal serta gemar mengoleksi barang tertentu yang harganya sangat mahal, maka jangan salahkan orang lain atau iklan di tv kalau anak Anda menjadi seorang konsumtif.

Anak cenderung lebih meniru orangtuanya terlebih dahulu. Dengan kata lain, kalau orangtua ingin memiliki anak yang tidak materialistis, kita harus dapat menjadi contoh bagi anak kita. Percuma saja orangtua mengajarkan anak untuk tidak selalu membeli barang mewah sementara sang ibu masih membeli barang dengan harga mahal.

6. Ajarkan anak tentang perencanaan keuangan, termasuk bagaimana cara mengontrol keinginan yang tidak perlu



Latihlah anak untuk mengatur perencanaan keuangan dengan cara mengajak anak belanja keperluan pribadinya. Biasakan agar mereka mampu mengontrol keinginan yang tidak perlu. Anda dapat melalukannya dengan cara meminta anak membuat daftar barang yang diperlukan saja.

7. Latih kesadaran untuk menyumbang



Jika ingin melatih anak nenjadi anak yang dermawan, tidak harus memaksa anak untuk mau menyumbang berilah contoh dengan menyumbangkan barang Anda sendiri untuk amal dan jelaskan alasan mengapa Anda melakukan hal tersebut. Setelah itu biarkan anak untuk mencontohnya.

Barang tersebut dapat diberikan kepada saudaranya ataupun kepada anak-anak yang tidak mampu. Dari situlah mereka akan belajar untuk melepaskan kesenangan terhadap barang yang dimilikinya agar orang lain dapat merasakan apa yang ia rasakan.

Tags: Anak, Matre, Materialistis, Cowok Matre, Cewek Matre, Anak Matre

Hubungan 2 years ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

0
Followers

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com