BELAJAR DARI RED VELVET

BELAJAR DARI RED VELVET

Hi, para pembaca yang saya kasihi. Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang kue. Mungkin saat membaca judul diatas sahabat sekalian tidak asing dengan kue yang saya gunakan sebagai judul diatas. Bukan tanpa sebab saya menggunakan kue ini sebagai bahan artikel saya pada kali ini. Sedikit info saya adalah penyuka coklat, dari kue, eskrim, susu, dan semua yang berbahan coklat.

Hari itu seperti biasa hari Jum’at dimana hari saya bersantai dan menikmati hidup.Pada hari itu saya pergi ke sebuah Kedai Kopi yang cukup terkenal di tempat saya tinggal. Kedai Kopi ini adalah tempat dimana saya sering menulis artikel ataupun mencari materi untuk artikel saya. Karena saya sering berkunjung disana, para barista di Kedai Kopi tersebut sudah sangat paham dan mengenal betul minuman ataupun kue yang saya nikmati. Caramel Macchiato atau Greentea Latte, dan selalu disertai dessert devil cake favorite saya. Devil cake adalah kue coklat yang dilapisi coklat batang dibagian luarnya, dan dilapisi coklat cair disetiap lapisan kuenya. Ini benar-benar kue coklat favorite saya, dengan rasa coklat yang agak sedikit pahit. Dan bagi saya devil cake adalah kue yang paling enak di Kedai Kopi tersebut. Yah mungkin karena saya pecinta coklat mania.

Hari itu ,tanggal 20 Juli 2018 adalah hari dimana untuk pertama kalinya saya tidak memesan devil cake. Bukan karena saya bosan dengan devil cake, tapi karena stock kue yang saya inginkan sedang kosong. Barista yang ada disana meminta maaf karena stock devil cake kosong, dan ia menawarkan saya kue red velvet original. Kita semua tahu bukan, jika red velvet original tidak mengandung coklat sama sekali. Dan sedikit tambahan selama red velvet tenar dikalangan masyarakat ,saya sama sekali tidak pernah tertarik untuk mencobanya. Bahkan memandang sebelah matapun tidak. Menurut saya kue tersebut norak dengan warnanya, ditambah lagi ini bukan rasa favorite saya. Baik kembali ke Barista yang menawarkan kue red velvet tadi. Saya sempat berpikir agak lama, kemudian saya mencoba membuka hati saya untuk  kue ini, meskipun membutuhkan keyakinan penuh untuk dapat mencoba membelinya. Kue ini 1 potong hanya Rp.30.000,-, masih lebih murah Rp.10.000 dari harga devil cake yang harus merogoh dompet Rp.40.000.

Tak lama berselang, akhirnya saya pun berhadapan dengan si red velvet. Saya amati dengan detail dari bentuknya, warnanya, serta taburan kacang yang ada di bagian atas kue tersebut. Ternyata tidak senorak seperti yang saya bayangkan. Red velvet ini cantik jika saya perhatikan secara langsung dari jarak dekat. Mungkin karena selama ini saya hanya melihat sebelah mata saja. Baiklah dari bentuk sudah oke, sekarang tinggal rasa. Lalu saya mencoba memotongnya dan saya cicipi, dan ternyata kue ini sangat enak. Barista itu tidak bohong jika kue ini enak pikir saya dalam hati. Saya tidak pernah berpikir atau membayangkan bahwa red velvet memiliki rasa yang begitu enak. Tekstur yang lembut, dilapisi dengan frosting yang tidak terlalu manis disetiap lapisan, dan sedikit rasa strawberry lembut didalamnya, serta rasa kacang tabur yang manis seperti isi kue moci. Ini betul-betul kombinasi rasa yang sangat enak. Mungkin bagi beberapa orang menganggap bahwa saya terlalu berlebihan untuk mengungkapkan hal ini. Red velvet hanya cake biasa. Tapi tidak bagi saya yang notabene pecinta coklat. Ini sebuah rasa baru yang dimana sepotong kue yang tidak pernah saya pandang sebelah mata, tetapi memiliki cita rasa yang begitu enak. Dan saya memutuskan pada hari ini red velvet adalah salah satu cake non coklat yang menjadi favorite saya.

Percaya atau tidak teman-teman para pembaca pasti pernah mengalami hal yang serupa dengan saya. Mungkin bukan dengan red velvet seperti saya. Namun dalam menentukan pekerjaan dan pasangan. Beberapa diantara kita merasa bahwa hanya ini yang saya mau, hanya ini yang cocok untuk saya. It’s oke jika memang teman-teman bisa mendapatkannya. Pilihan ada di tangan anda-anda sekalian. Tapi kita tidak bisa memaksakan kehendak kita seperti kasus devil cake tadi. Bisa saja saya memilih untuk tidak mencoba red velvet dan hanya minum kopi saja, mungkin selamanya saya tidak pernah mengetahui bahwa red velvet memiliki cita rasa yang cocok di lidah saya. Itu semua terjadi karena saya membuka hati saya untuk mencoba red velvet. Begitu juga dengan pekerjaan dan pasangan hidup. Jika kita tidak membuka hati untuk pekerjaan yang ada, dan hanya menunggu pekerjaan yang kita inginkan saja, sampai kapanpun kita sulit untuk mendapatkan penghasilan. Akankah kita menganggur terus sampai mendapatkan apa yang kita inginkan? Sedangkan pekerjaan tersebut tidak tersedia untuk kita. Mungkin anda para pembaca bisa menjawabnya sendiri.

Dan begitu juga untuk pasangan, kita memiliki criteria yang beragam. Misalkan untuk kaum hawa memilih untuk mendapatkan pasangan yang kaya, sukses, tampan,pintar, tinggi, putih, harus dokter dan lain sebagainya yang dirasa cocok untuk kita. Mungkin bagi para kaum adam ingin mendapatkan pasangan hidup yang cantik, seksi, putih, bak model dan sebagainya. Semuanya boleh-boleh saja, seperti devil cake yang menjadi idaman saya. Tapi yang jadi pertanyaan nya apakah itu tersedia untuk kita?

Tuhan menciptakan pasangan hidup, dan memberikan pekerjaan pada porsi yang tepat. Terkadang hal itu ada disekitar kita, tapi satu pertanyaan terakhir dari saya maukah kita membuka hati untuk menerima yang telah disediakan Tuhan untuk kita. Bukan berdiam diri menunggu yang tidak tersedia untuk kita? Hidup ini singkat, jangan sampai hal itu membuat kita menjadi penyesalan.

Terkadang pekerjaan atau pasangan yang tersedia tidak seperti yang kita bayangkan. Layaknya red velvet yang tidak terpadang sebelah mata, kini menjadi sesuatu yang favorite. Seperti pekerjaan dan Jodoh yang mungkin di sanalah kesuksesan dan kebahagiaan kita terletak. Banyak orang yang bahagia dengan pilihan terakhirnya, meskipun bukan criteria awal. Namun ternyata menjadi yang lebih baik dari yang dibayangkan. Ada juga yang sudah mendapatkan criteria, namun tidak memiliki kebahagiaan. Memang tidak semuanya. Para orang sukses , tidak pernah berpikir ingin menjadi ini dan itu. Namun menjalani semua yang di sediakan Tuhan dengan baik. Jadi, mari kita belajar membuka hati untuk suatu hal yang baru. Mungkin ini yang terbaik untuk kita dari Tuhan.

Salam Kasih dan Sukses Selalu

Tan Siekfen

Tags: Inspirasi, Motivasi, Redvelvet, Pekerjaan, Pasangan

Inspirasi 3 months ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com