Berikut Bahaya Konsumsi Talas Beserta Cara Pencegahannya!

Berikut Bahaya Konsumsi Talas Beserta Cara Pencegahannya!

Ingat ketela rambat (telo) pasti anda akan ingat dengan jenis umbi yang satu ini. Ya, dialah talas. Pasalnya kedua jenis tanaman ini hamper mirip bentuk dan tekstur buahnya. Talas memang tidak setenar ketela rambat atau singkong, tetap tanaman berkarbohidrat ini masing memiliki tempat di hati masyarakat.

Talas memiliki nama latin Colocasia Gigantea. Tanaman yang termasuk dalam jenis umbi-umbian ini banyak ditemukan di daerah Indonesia bagian barat, seperti irian jaya. Selain itu, talas menjadi makanan penambah tenaga selain nasi. Cara mengolahnya pun terbilang cukup mudah dan sederhana yaitu cukup direbus, dikukus, atau digoreng. Talas juga digunakan sebagai bahan pokok beberapa olahan makanan di Indonesia maupun di dunia.

Tidak hanya pengolahannya yang mudah, tetapi talas juga ternyata memiliki kandungan zat gizi seperti unsur mineral, vitamin, dan lainnya. Selain itu talas juga mengandung banyak senyawa kimia yang diperoleh dari proses metabolism sekunder seperti alkaloid, glikosida, saponin, kalsium oksalat, dan senyawa organic lainnya. Beberapa penyakit mampu disembuhkannya, sehingga talas juga sering dimanfaatkan sebagi bahan pembuatan obat-obatan.

Talas Mengandung Senyawa Kalsium Oksalat yang Merusak Kulit

Siapa yang tidak mempercayai kehebatan talas? Mayoritas orang mempercayainay. Ya, talas memang memiliki cita rasa yang mampu menggugah selera dan menggoda setiap lidah yang menyantapnya. Selain itu, talas juga banyak memberikan efek positif bagi kesehatan. Akan tetapi, siapa yang menyangka bila dibalik segala keampuhannya, talas juga menyimpan bahaya bagi kesehatan anda.

Tentunya hal tersebut tak lantas disimpulkan mentah-mentah. Artinya anda harus tahu bahaya tersebut disebabkan kenapa sehingga anda tetap bisa menikmati olahan talas tanpa sedikitpun khawatir akan bahayanya.

Secara umum, tanaman talas aman dikonsumsi manusia. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan! Talas mengandung senyawa kalsium oksalat. Senyawa tersebut merupakan perangsang terjadinya alergi didaerah mulut. Kristalan-kristalan kalsium oksalat menyebabkan timbulnya rasa gatal-gatal.

Efek gatal-gatal yang ditimbulkan tersebut disebabkan Karena kesalahan dalam pengolahan talas. Perlu anda ketahui bahwa mengolah talas yang benar tidak langsung dimasak setelah dikupas, tetapi harus diolah dengan menggunakan Teknik khusus, sehingga aman untuk dikosumsi. Pasalnya dalam talas terdapat senyawa asam oksalat yang menimbulkan rasa gatal pada mulut. Kalsium oksalat memang tidak menyebabkan efek yang serius bagi tubuh.

Oleh Karena itu, untuk menghilangkan kalsium oksalat pada talas dapat dilakukan dengan cara mencucinya dengan air bersih sebanyak-banyaknya atau melakukan pengukusan dan perebusan yang intensif. Kemudian untuk menghilangkan rasa gatal yang ditimbulkan dapat menggunakan larutan garam. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Riatyastie dan Arik Purwani menunjukkan bahwa rasa gatal pada talas dapat dihilangkan dengan melakukan perendaman menggunakna larutan garam, dan hasilnya efektif menghilangkan rasa gatal tersebut.

Disamping itu, untuk menurunkan kadar asam oksalat pada talas dapat dilakukan beberapa hal berikut :

  • Talas harus dicuci sampai bersih selama kurang lebih 5 menit dengan perbandingan talas dan air adalah 1 : 4.
  • Talas direndam selama kurang lebih 20 menit menggunakan larutan garam berkadar 1%.
  • Talas dicuci kembali menggunakan air bersih selama kurang lebih sama pada langkah no.1.

Sebagai catatan, usahakan air yang digunakan untuk mencuci adalah air yang mengandung sedikit mineral dan memakai garam yang murni alias belum terkontaminasi dengan kotiran. Tujuan dari pencucian dan perendaman tersebut tidak lain untuk menghilangkan zat-zat pengotor pada talas. Adapun proses penurunan kadar oksalat terjadi Karena adanya reaksi antara kalsium oksalat dengan natrium klorida. Mengolah talas agar aman dikonsumsi yaitu dengan menggunakan larutan garam. Dimana garam yang sebelumnya dilarutkan dalam air akan terurau menjadi ion-ion natrium dan klorida, dan ion-ion tersebut bersifat magnet. Ion klorida menarik ion-ion yang bermuatan positif, sedangkan ion natrium akan menarik ion-ion yang bermuatan negative.

Usai melalui proses perendaman, lalu talas harus terlebih dahulu dicuci dengan air bersih. Tujuannya tidak lain untuk menghilangkan sisa garam mineral dan endapannya yang di khawatirkan masih terdapat pada talas. Kemudian barulah talas siap untuk dimasak atau di olah menjadi berbagai jenis masakan.


Tags: Talas, Umbi - Umbian, Dampak Buruk, Kesehatan

Kesehatan 2 years ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com