10 Fakta Tentang Marcus Hutchins, Penjinak Virus Wannacry dari Inggris

10 Fakta Tentang Marcus Hutchins, Penjinak Virus Wannacry dari Inggris

1. Tidak pandai di bidang akademik

Walaupun terbukti memiliki keahlian di bidang komputer, namun sesungguhnya Marcus Hutchins tidak pernah mempelajarinya secara formal di bangku perkuliahan. Marcus hanyalah lulusan SMA yang tidak menyukai pendidikan formal karena nilai pelajaran maupun ujiannya selalu jelek. Ketertarikannya hanyalah seputar dunia komputer dan surfing. Seluruh keahliannya di bidang komputer benar – benar diperoleh secara otodidak melalui hobinya dalam menciptakan software.


2. Pernah dituduh melakukan sabotase sistem di sekolahnya

Pada tahun 2010, jaringan komputer di sekolah tempat Marcus menuntut ilmu sedang diserang oleh hacker. Kemudian pihak guru di sekolahnya melakukan analisa dan menemukan bukti yang mengatakan bahwa Marcus sedang mengakses internet pada saat terjadinya sabotase tersebut. Seketika pihak sekolah menuduh bahwa Marcus adalah dalang di balik kejadian tersebut. Padahal, pada saat itu Marcus mengakses internet hanya untuk melakukan chatting dengan temannya. Akibatnya, Marcus harus rela menerima hukuman berupa skors selama beberapa hari.


3. Bekerja secara jarak jauh

Sejak lebih dari setahun lalu, Marcus diketahui bekerja untuk perusahaan yang bernama Kryptos Logic. Kryptos Logic sendiri adalah sebuah perusahaan pakar keamanan komputer yang berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat. Walaupun bekerja untuk perusahaan di Amerika Serikat, namun Marcus mengerjakan semua pekerjaannya dari rumah orang tuanya yang berada di salah satu kota di bagian selatan Inggris.


4. Tidak senang disebut sebagai pahlawan

Marcus tidak pernah merasa dirinya adalah sosok pahlawan walaupun berhasil menaklukkan virus wannacry. Berdasarkan pengakuannya, Marcus menjinakkan virus ini secara tidak sengaja. Marcus melakukan analisa pada sampel virus tersebut dan secara tidak sengaja menemukan fakta bahwa virus tersebut terhubung pada domain yang belum terdaftar. Tidak lama berselang, Marcus mendaftarkan domain tersebut dan berhasil melemahkan penyebaran virus wannacry.


5. Hanya membutuhkan waktu 3 hari dan uang $10

Marcus mulai mencoba menjinakkan virus wannacry pada hari Jumat, sesaat setelah virus tersebut menyerang jaringan komputer milik Britain Hospital. Dirinya hanya membutuhkan waktu 3 hari saja untuk menganalisa sistem penyebaran virus tersebut. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Marcus mendaftarkan domain yang digunakan oleh penyebar virus wannacry untuk menghentikan penyebarannya. Marcus hanya perlu mengeluarkan biaya $10 saja untuk mendaftarkan domain tersebut menjadi miliknya.


6. Penggemar berat pizza

Marcus adalah penggemar berat pizza. Dirinya mengatakan bahwa dia mampu menghabiskan pizza sebanyak tiga buah pada saat makan siang. Atas dasar kecintaannya terhadap pizza itulah, sebuah perusahaan penyedia jasa pengiriman makanan yang bernama Just Eat UK memberikan hadiah kepadanya berupa makan pizza gratis selama setahun. Hadiah itu diberikan sebagai apresiasi untuknya setelah berhasil menjinakkan virus wannacry.


7. Mendapatkan hadiah $10.000

Sebuah kelompok yang bernama HackerOne menghadiahkan uang senilai $10.000 atau setara sekitar Rp.134.000.000 kepada Marcus setelah dirinya mampu menjinakkan virus wannacry. HackerOne memang diketahui sering memberikan hadiah bagi seseorang yang berhasil mengatasi permasalahan keamanan sebuah sistem.


8. Memiliki kepedulian sosial tinggi

Hadiah yang diterimanya dari HackerOne tidak lantas digunakannya untuk berfoya - foya. Melalui akun twitter nya, Marcus mengatakan bahwa dirinya memutuskan akan mendonasikan hadiah yang diterimanya untuk kegiatan sosial dan pendidikan. Untuk jenis kegiatan sosial yang akan menjadi sasaran donasinya, Marcus belum menentukan dan masih terus meminta pendapat para pengikut akun twitter nya. Namun untuk kegiatan pendidikan, Marcus akan memberikan donasi untuk para pelajar yang tertarik belajar mengenai keamanan sistem.


9. Menolak tawaran pindah ke Los Angeles

Perusahaan tempatnya bernaung, Kryptos Logic memberikan tawaran berupa biaya perjalanan dan biaya hidup gratis apabila Marcus bersedia menetap di Los Angeles. Namun Marcus memilih untuk menolak tawaran tersebut karena khawatir akan keselamatan dirinya. Marcus merasa bahwa dirinya kini menjadi incaran para hacker dan nyawanya dapat terancam apabila para hacker mengetahui keberadaannya. Marcus juga merasa perlu melindungi keselamatan keluarganya setelah identitas dirinya terkuak oleh media.


10. Mendapatkan banyak tawaran pekerjaan

Setelah identitasnya terungkap, Marcus mendapatkan ribuan email setiap harinya. Email tersebut umumnya berisikan tawaran pekerjaan untuknya. Namun diantara seluruh tawaran yang masuk padanya, Marcus lebih memilih bekerja dengan National Cyber Security Centre milik pemerintah UK untuk menanggulangi serangan virus selanjutnya yang diprediksi akan lebih berbahaya.


Tags: Ransomware, Serangan Virus Ransomware, Keamanan Jaringan

List 1 second ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com