Apakah yang Akan Terjadi Pada Tubuh Anda Saat Naik Pesawat?

Apakah yang Akan Terjadi Pada Tubuh Anda Saat Naik Pesawat?

Banyak orang yang memilih untuk menggunakan pesawat terbang agar dapat sampai ke tempat tujuan dengan cepat. Perjalanan udara pada umumnya aman, tetapi kita dapat mengalami beberapa efek samping yang tidak begitu menyenangkan pada jarak jelajah 35.000 kaki di udara. Berikut ini adalah 17 hal yang mungkin akan dirasakan ketika bepergian dengan pesawat.

1. Gugup

Rasa gugup karena terlalu khawatir akan keselamatan sering dialami penumpang

Rasa gugup selalu melanda siapa pun yang bepergian menggunakan pesawat terbang. Alasannya sederhana, anda tidak dapat mengendalikan keselamatan saat di perjalanan. Apalagi pesawat yang ditumpangi terbang disaat cuaca sedang tidak bersahabat sehingga mengakibatkan guncangan pada pesawat.

Baca buku, menonton film atau mendengarkan music adalah cara terbaik untuk mengatasi rasa gugup yang berlebihan saat di pesawat.

2. Mengantuk

Rasa kantuk menyebabkan banyak orang memilih untuk tidur selama perjalanan

Selain lelah dan stres karena berada pada kerumunan banyak orang di bandara serta menyelesaikan beberapa urusan sebelum terbang, berada di ketinggian akan memberikan efek nyata pada tubuh. Walaupun tekanan kabin barometrik telah disesuaikan untuk mencegah penyakit ketinggian, anda tetap akan merasakan mengantuk.

Menurut Paulo M. Alves, MD, direktur medis global untuk kesehatan penerbangan dan perusahaan jasa keselamatan perjalanan MedAire, rasa kantuk yang mendera dikarenakan tekanan oksigen yang rendah pada kabin pesawat setara dengan ketinggian 6.000 sampai dengan 8.000 kaki.

Bahkan sebuah studi yang dilakukan di Inggris menunjukan bahwa tingkat oksigen penumpang pesawat terbang turun 4 persen. Bila anda memiliki masalah dengan jantung atau paru – paru hal ini tentu menjadi kekhawatiran. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan disarankan utuk lebih banyak mengkonsumsi air dan hindari alkohol serta kafein.

3. Sakit Kepala

Sakit kepala sering dirasakan penumpang pesawat saat mendarat

Setelah pesawat mendarat, tabung di dalam gendang telinga kita akan dipaksa untuk bekerja keras untuk menyesuaikan dengan tekanan udara. Sayangnya, apa bila kita sedang sakit atau alergi, menyeimbangkan tekanan udara akan terasa lebih sulit dilakukan. Oleh karena itu tidak heran bila banyak yang mengeluhkan sakit kepala saat pesawat sudah mendarat.

Untuk menghilangkannya, coba pencet hidung sembari mengunyah permen karet. Atau bila tak berhasil juga, segera datangi bagian kesehatan bandara agar dapat diberikan penanganan.

4. Badan Terasa Lebih kaku

Duduk terlalu lama saat terbang akan membuat tubuh mudah lelah, sendi terasa sakit bila  digerakan, kram dan kesemutan . Hal itu diakibatkan karena kurang gerak sehingga membuat tubuh terasa lebih kaku.

Lakukanlah aktifiitas seperti menggerakan kaki atau berjalan di kabin sehingga dapat mengurangi rasa tidak nyaman pada tubuh akibat sering duduk.

5. Penggumpalan darah di kaki

Untuk yang melakukan perjalanan jauh, duduk di tempat sempit dalam waktu yang lama dapat mempengaruhi peredaran darah ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan di area kaki terutama di pergelangannya. Gumpalan darah yang disebut deep vein thrombosis (DVT) meningkat saat pembuluh darah di kaki kita tertekan sehingga darah tidak beredar dengan lancar. DVT bukanlah kondisi yang dapat diremehkan karena akan berdampak fatal.

Lakukanlah gerakan stretching pada bagian kaki beberapa kali untuk membantu anda mencegah penggumpalan darah di kaki. DVT lebih sering dialami oleh mereka yang mengalami kegemukan, dalam kondisi hamil, baru melahirkan, berusia diatas 40 tahun dan sedang menderita penyakit serius.

Lebih baik Konsultasikan keadaan anda pada dokter jika memiliki faktor risiko tersebut sebelum melakukan penerbangan jarak jauh.

6. Mengalami masalah kulit

Kulit akan mengalami perubahan drastis saat anda berada di dalam pesawat. Hal itu dikarenakan kelambaban kulit yang alami hilang seketika sebesar dua persen dan mengakibatkan kulit menjadi kering dan terlihat kusam.

Apalagi pada orang yang mudah stres saat naik pesawat, kulitnya akan terasa  sangat kering akibat hormon kortisol. Hormon itu memiliki kemampuan untuk menghalangi kelebabab kulit sehingga menyebabkan kulit menjadi kemerahan dan timbul jerawat pada permukaan kulit.

Untuk menghindarinya sebaiknya anda meminum air mineral dengan jumlah yang banyak (minimal 100 milligram) dan mengoleskan krim pelembab atau losion di atas permukaan kulit agar kelembaban kulit anda terjaga selama di dalam pesawat.

7. Dehidrasi

Quary Snyder, MD, MSPH selaku Presiden dan CEO Aviation Medicine Advisory Service mengatakan bahwa udara yang kita hirup saat berada di kabin pesawat sebenarnya berasal dari luar, dan udara pada ketinggian sangat kering memiliki kelembaban dibawah 10 persen. Hal itulah yang meyebabkan kita mudah mengalami dehidrasi.

Dehidrasi dapat mengakibatkan rasa lelah, apalagi bila dikombinasikan dengan tekanan udara kabin yang diturunkan.  Cegahlah dehidrasi dengan meminum air dalam jumlah yang banyak, bahkan sebelum Anda menaiki pesawat. Bekalilah diri anda sebotol air sehingga Anda tidak terlalu bergantung pada pramugari untuk memberikan air. Disarankan juga menggunakan obat tetes mata agar mata tidak kering.

8. Selalu ingin buang angin

Menurut penelitian saat berada di udara perut akan terasa kembung. Bahkan rasa kembung akan mengalami kenaikan hingga 25 persen. Hal ini terjadi karena saat kita berada di ketinggian tekanan di luar akan mengalami penurunan dan gas yang terperangkap di dalam rongga tubuh akan semakin membesar. Termasuk gas du usus sehingga akan mengakibatkan kembung dan dorongan untuk buang angina semakin besar. Jadi jika anda merasakan tekanan untuk buang angina sebaiknya dikeluarkan saja.

9. Sembelit

Duduk terlalu lama dengan tekanan udara yang tidak normal tidak hanya membuat anda merasa ingin terus buang angina tetapi juga sembelit. Kondisi tersebut terjadi akibat perubahan sirkadian secara mendadak sehingga membuat semua organ bekerja lebih lamban.

Untuk berjaga-jaga, lebih baik anda menghindari makan makanan besar sebelum melakukan perjalanan dan gantilah dengan kacang-kacangan atau camilan berserat tinggi untuk membantu pencernaan Anda.

10. Telinga berdengung dan sakit

Telinga mendengung

Telinga juga akan merasakan efek tekanan udara akibat berambahnya gas di usus. Efek yang sering dirasakan adalah telinga mendengung dan terkadang terasa sakit. Untuk mengurangi rasa tidak nyaman ditelinga disarankan untuk mengunyah permen karet.

Pada saat pesawat mulai turun tekanan udara akan mengembang sehingga lebih banyak udara yang kembali ke telinga sehingga membuatnya terasa tersumbat. Hal ini juga membuat telinga kita terasa tidak nyaman. Lakukanlah gerakan menguap atau menelan hingga telinga anda terasa sepeti biasanya. Cara lain yang dapat anda lakukan untuk mengurangi rasa dengung adalah dengan menutup hidung atau mulut sehingga udara dipaksakan keluar melalui tabung Eustachius ke telinga.

11. Fungsi pengecap rasa di lidah berkurang

Makanan di pesawat sering terasa hambar dan tidak enak

Anda pernah merasakan makanan yang tersedia di pesawat. Bagaimana rasanya, hambar bukan? Hal ini dikarenakan berkurangnya fungsi pengecap rasa di lidah akibat rendahnya kelembaban  udara yang kita hirup di dalam pesawat sehingga menyebabkan selaput lender mulut dan hidung mengering. Akibatnya selera makan pun menurun. 

Penelitian yang dilakukan oleh Lufthansa menemukan bahwa persepsi makanan manis dan asin turun hingga 30 persen dalam simulasi perjalanan udara.  Bahkan perusahaan penerbangan British Airways baru-baru ini mencoba menambahkan rasa manis untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Sebenarnya anda tidak perlu khawatir karena kurangnya kepekaan rasa dan mengaktifkan kembali selera makan dapat dilakukan dengan meminum air putih.

12. Sakit gigi

Sakit gigi dan pesawat adalah kombinasi yang menyakitkan

Meskipun kasus ini jarang terjadi, tetapi perubahan gas dalam tubuh bisa mempengaruhi gigi anda, karena gas terjebak dalam tambalan atau gigi berlubang. Mengunyah permen karet atau melakukan gerakan menelan tidak akan menghilangkan tekanan di dalam gigi. Hal ini lah yang membuat membuat perjalanan udara dengan kondisi gigi sakit akan semakin menjadi tidak menyenangkan.

Anda dapat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol selama penerbangan untuk menghilangkan gejala nyeri, tapi jika Anda memiliki sedikit sakit gigi sebaiknya temui dokter gigi sebelum Anda dijadwalkan untuk terbang.

13. Bau mulut

Saat mulut Anda mengering, kadar air liur yang berperan dalam menekan pertumbuhan bakteri akan berkurang sehingga dapat memicu bau mulut. Siasati dengan minum cukup air dan menyikat gigi agar napas tak sedap bisa dicegah.

14. Jet Lag

Jet lag menyebabkan badan tidak enak dan sakit kepala

Bepergian jarak jauh ke daerah dengan perbedaan waktu, membuat jam biologis tubuh kita terganggu. Biasanya, tubuh akan merasa sangat lelah dan akan terjaga meskipun sudah waktunya untuk beristirahat. Setelah tidur pun, kepala masih terasa pusing.

Untuk menghindarinya, gunakan jam tidur normal kita meskipun kita sudah masuk ke zona waktu yang berbeda. Setelah itu coba adaptasi waktu tidur kita dengan waktu lokal.

15. Penyakit Ketinggian (Altitude Sickness)

Penyakit ketinggian merupakan salah satu bahaya kesehatan bagi orang yang sering melakukan perjalanan udara.  Penyakit ini juga dikenal sebagai penyakit gunung akut (acute mountain sickness).Masalah ini terjadi karena seseorang tidak menerima cukup oksigen ketika berpindah dengan cepat dari dataran rendah ke ketinggian 8.000 kaki atau lebih tinggi.

Walau pesawat penumpang yang paling modern saat ini dirancang agar mampu mempertahankan tekanan kabin, namun penerbangan jarak jauh masih memiliki potensi menimbulkan gejala penyakit ketinggian. Banyak yang bahwa efek penyakit ketinggian mirip dengan mabuk kendaraan.

Gejala seperti disorientasi, limbung, pingsan, bibir atau kuku membiru mengindikasikan kasus penyakit ketinggian yang parah.

16. Terpapar sinar Ultra Violet

Banyak yang tidak menyadari efek yang satu ini. Hal ini terjadi karena merasa bahwa berada di dalam pesawat aman dan tidak terpapar sinar matahari. Padahal ketika berada di ketingian lebih dari 54 % sinar ultra violet dapat menembus kaca pesawat dan langsung mengenai kulit. Bahkan seorang pakar kulit mengatakan 55,6 menit di udara saja sudah memiliki efek yang sama dengan menggunakan training bed selama 20 menit. Sebaiknya anda mengoleskan krim tabir surya ke sekujur kulit tubuh agar terlindungi dari kerusakan akibat paparan sunar UV.

17. Kemunginan tertular penyakit lebih rendah

Meski berbagai penyakit udara mudah berkembang pada lingkungan dengan kelembaban yang rendah seperti di dalam pesawat terbang, namun anda tidak perlu khawatir karena  resiko penyakit dari  pesawat terbang sebenarnya sangat rendah karena terdapat filter HEPA yang berfungsi.

Meskipun berbagai macam infeksi udara berkembang di lingkungan dengan kelembaban rendah seperti pesawat terbang, namun risiko terkena penyakit dari pesawat terbang sebenarnya sangat rendah karena ada filter HEPA berfungsi.

Snyder mengatakan udara di kabin lebih sering ditukar dari pada di kebanyakan bangunan seperti industri, sekolah, atau rumah. Pola penyaringan dan sirkulasi udara juga mengurangi risiko penyebaran infeksi udara di pesawat terbang dari penumpang atau awak lainnya dibandingkan dengan lingkungan yang tidak terbang.

Itulah beberapa hal yang akan terjadi pada diri kita saat menaiki pesawat terbang. Sebenarnya tidak ada yang perlu di khawatirkan, karena pastinya semua telah memenuhi standar keamanan perjalanan penumpang. Kecuali anda memiliki riwayat penyakit tertentu dan telah lanjut usia, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum terbang.

 

Tags: Dampak, Naik, Pesawat, Terbang, Sakit, Mengantuk, Kesehatan, Perjalanan, Traveling

List 1 year ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com