Penjelasan Mengenai Iklan Susu Kental Manis

News 8 months ago
Penjelasan Mengenai Iklan Susu Kental Manis

Jakarta 15 Agustus 2018 -  Keos terhadap Susu Kental Manis yang diterima masyarakat hingga saat ini menjadi perbincangan diberbagai kalangan. Selasa kemarin Remotivi mengadakan acara ngobrol bareng mengenai hak publik dan literasi kesehatan: belajar dari keos susu kental manis. Acara dihadiri oleh Roy Thaniago (Direktur Remotivi), Pratiwi Febry (Pengacara Publik LBH Jakarta), dan Irma Hidayana (Peneliti Countermarketing Susu Formula) dan Rahmah Housniati (Ketua Umum Asosisasi Ibu Menyusui Indonesia) di Keos Ojo Keos Jakarta Selatan.

Kehadiran susu kental manis ternyata sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, namun pada awal kedatangannya publikasi yang diberikan untuk dikonsumsi masyarakat dengan kategori dewasa. Irma Hidayana sebagai peneliti mengatakan “dulu tahun 80an iklan susu kental manis peruntukannya untuk orang dewasa, tapi pada tahun 90an hingga kesini iklan-iklan nya mengarah ke anak-anak yang ditampilkan”, katanya di Kios Ojo Keos Lebak Bulus.


Hingga saat ini persepsi masyarakat mengenai susu kental manis masih menjadi pilihan ibu-ibu di Indonesia sebagai tambahan nilai gizi anaknya. Mengapa demikian? Jawabannya tak lain adalah sarana bentuk iklan promosi dari industri/produsen adalah bentuk propaganda. Hingga sejauh ini bentuk propaganda hanya dimaksudkan untuk politik.Tapi, bahwa sebenarnya iklan juga menjadi bentuk propaganda membujuk orang membeli hingga mensugestikan keadaan tertentu banyak hal. Itulah yang membuat persepsi kita dalam susu kental manis sampai sekarang masih sama, yaitu minuman untuk anak.

Ada konstruksi pesan yang menggambarkan skm menjadi pengganti susu hingga wajar diminum 2 kali sehari. Tekniknya ada teknik asosiasi lewat visual dan audio  misalnya, kartun sapi. Mereka tidak ingin berbohong bahwa ini susu sapi, kemudian konsumen berasosiasi itu adalah susu sapi walaupun bener. Namun kandungan gula lebih banyak daripada kandungan susunya, kalau  jujur gambar gula lebih ditonjolkan daripada sapi.


Ada konstruksi pesan yang menggambarkan skm menjadi pengganti susu hingga wajar diminum 2 kali sehari. Iklan memberikan identitas, kita membeli produk bukan sekedar kita butuh secara jasmani, tapi juga sosial. Karena kita membeli produk tertentu karena identitasnya. Iklan susu kental manis dengan asosiasi keluarga menengah kebawah, pertanyaannya kenapa visualisasi iklannya selalu diatas kehidupan menengah kebawah?

Roy Thaniago Direktur Remotivi mengatakan akibat tersebut karena dengan meminum susu kental manis masyarakat kelas menengah kebawah mempunyai fantasi dengan sebuah kelas yang baru identitas yang baru, itulah kajian semiotik yang menjadi tujuan iklan itu ditampilkan. “Iklan bukan sekedar dikenal tapi mengubah perilaku orang, dalam konteks susu kental manis membujuk orang untuk membeli dan juga referensi, “ kata dia di Jakarta.

Kita punya kewajiban sebagai konsumen yaitu membaca mengikuti prosedur informasi  barang atau jasa demi keamanan dan keselamatan. Tapi coba mengacu ke PP 69 tahun 1999 dan PERMENKES No 30 tahun 2013. PERMENKES No 30 tahun 2013 mengatur bahwa produk itu harus memberikan informasi yang jelas mudah dibaca tidak menyesatkan dan ada pengawasan dan evaluasi produk dari Kementrian Kesehatan.

Pratiwi Febri dari LBH Jakarta menjelaskan bahwa kurangnya penjelasan yang mudah dimengerti masyarakat tentang kemasan SKM yang terbilang membingungkan. Alhasil membuat konsumen menggunakan skema naluri sebagai penggunaannya. “Ketika saya baca produk skm 4 kkl per sajian ini maksudnya gimana cara menghitung takaran itu? Lalu bagaimana dengan bapak ibu atau masyarakat yang membaca menghitung saja sulit bagaimana mereka dapat menganalisis informasi dari produsen oleh produknya ini” ungkapnya.

Seharusnya pelaku pengusaha periklanan bertanggungjawab atas iklan yang diproduksi dan segala akibat yang ditimbulkan dari iklan tersebut, ini bisa kita pakai ada akibat yang timbul atau kerugian yang timbul dari iklan tersebut.

Sangat disayangkan ibu-ibu menggunakan SKM sebagai pengganti asi dengan alasan kecocokan lidah si bayi, terlebih label susu menjadi patokannya. “Saya masih menemui Ibu-ibu memeberikan susu kental manis di botol yang penuh dengan botolnya coklat dotnya udah terbuka karena dia bilang, habis anak saya kalau ga minum itu (SKM) ga minum susu, dan itu anaknya udah 4-5 tahun kurang gizi” ungkap Rahmah Housniatim Ketua Umum Asosisasi Ibu Menyusui Indonesia.

Tags: Remotivi, Susu Kental Manis, LBH , AIMI

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com