Seekor Ikan Paus Tewas di Wakatobi, WWF Soroti Penyebab Kematiannya Sangat Mengerikan

Seekor Ikan Paus Tewas di Wakatobi, WWF Soroti Penyebab Kematiannya Sangat Mengerikan

Bangkai paus telah terdampar di perairan Pulau Kapota, Wakatobi Sulawesi Tenggara berhasil membuat terkejut karena isi perutnya yang dipenuhi dengan aneka ragam sampah. WWF Indonesia sudah mengamati secara mendalam mengenai temuan paus ini.

"Berdasarkan analisis beberapa foto yang dikirimkan oleh tim WWF Indonesia program Wakatobi bahwa Paus yang terdampar di pulau Kapota, Wakatobi adalah jenis paus sperma atau paus kepala kotak (Physeter macrocephalus). Hal ini terlihat dari bentuk kepalanya yang besar dan kotak di bagian depan serta bentuk rahangnya yang slim serta dijumpai adanya gigi pada rahang paus tersebut. Sebab paus sperma adalah jenis paus terbesar dari golongan paus bergigi," tegas Marine Species Conservation Coordinator WWF Indonesia, Dwi Suprapti, disalin Vebma.com.

WWF tak mengetahui secara pasti tentang penyebab dari kematian paus tersebut. Tetapi, kalau dilihat, Dwi mengatakan bahwa ada kemungkinan paus tersebut karena mencerna sampah-sampah mengerikan itu di laut.

"Terkait dugaan kematian Paus akibat sampah plastik, WWF belum dapat menyimpukan dikarenakan tidak melakukan nekropsi secara langsung dan tidak mendapatkan detail informasi. Sehingga tidak mengetahui secara pasti titik persebaran sampah tersebut di saluran pencernaannya dan bagaimana kondisinya, apakah menyumbat, menginfeksi dan lain sebagianya. Sebab beberapa kasus mekanisme tubuh mahluk hidup dapat mengeluarkan benda asing secara natural asalkan jumlahnya tidak banyak, tidak menyumbat saluran pencernaan serta tidak menginfeksi atau bahkan meracuni tubuhnya," terang Dwi.

"Untuk itu adanya indikasi kematian disebabkan oleh asupan cemaran plastik sampah tersebut bisa saja terjadi, namun tidak dapat dipastikan karena tidak dilakukan pengamatan yang komprehensif di antaranya disebabkan kondisi Paus sudah kode 4 (pembusukan tingkat lanjut), kondisi paus yang sudah tidak utuh, pembedahan (nekropsi) tidak dilakukan oleh tenaga ahli sehingga analisisnya terputus sampai proses temuan saja," lanjut Dwi.

Ia meminta kalau ada kasus paus terdampar lagi, masyarakat diimbau untuk tak mendekati bangkai paus. Warga diminta untuk menghubungi pihak terkait seperti polisi, BKSDA atau BPSPL.

"Dan WWF juga mengimbau kepada masyarakat sebaiknya untuk tidak mendekati bangkai paus tanpa menggunakan pelindung diri (personal protect equipment/PPE) misalnya masker, sarung tangan dan jas plastik. Karena tidak menutup kemungkinan bangkai paus tersebut membawa penularan bibit penyakit baik itu berupa bakteri, virus, maupun mikrobial lainnya yang dapat menularkan penyakit," tegas Dwi.

"Terlebih kondisi paus yang sudah mengalami pembusukan tingkat lanjut sehingga bakteri-bakteri pembusuk juga dapat masuk ke tubuh manusia baik akibat kontak langsung maupun masuk melalui saluran pernafasan. Sehingga dapat dimungkinkan timbulnya berbagai penyakit baik itu berupa gejala alergi, demam tinggi maupun infeksi," lanjutnya.

Tags: Paus, Sampah

News 5 months ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com