Merangkai Kembali Nilai - Nilai Toleransi

Opini 4 months ago
Merangkai Kembali Nilai - Nilai Toleransi

Berbicara tentang toleransi hal itu memang sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia yang memiliki berbagai keanekaragaman suku, bangsa, budaya, dan agama yang berbeda – beda. Namun seolah semua itu hanya berupa kata – kata yang tak pernah diikuti oleh bukti nyata dalam konteks kehidupan sehari – hari masa kini.

Menenggok kembali kehidupan masa lalu bangsa ini, kita bisa menemukan jejak – jejak toleransi yang sudah mengakar kuat sejak zaman Sriwijaya antara para penganut Hindu dan Budha yang saling hidup berdampingan dan gotong royong dalam membangun sebuah bangsa yang besar. Hingga pada akhirnya muncul lah gerakan “Soempah Pemoeda”  pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menyatukan semua elemen bangsa tanpa pernah memandang siapa mereka dan apa latar belakang mereka.

Kini semua itu terlihat sangat ironis memang ketika kita melihat budaya toleransi yang sudah diwariskan oleh para pendahulu kita mulai memudar sedikit demi sedikit. Contoh nyata yang bisa kita lihat saat ini adalah tingginya tingkat diskriminasi terhadap kaum minoritas seperti Kristen dan Cina. Dimana masyarakat kita dengan sengaja menyidir latar belakang mereka walaupun hanya sekedar guruan dan bahan candaan semata yang tanpa pernah kita sadari itu menyinggung mereka atau tidak. Bukankah dalam islam dikatakan “bagimu agamamu dan bagiku agamaku” lantas kenapa kita sebagai umat islam yang mayoritas malah melakukan hal – hal yang tidak perlu dengan menjudge dan memberikan stempel buruk kepada mereka.

Belum lagi ketika bangsa ini menghadapi pemilu selalu saja muncul isu negative dan ucapan atau kalimat – kalimat yang berbau sarkasme guna menjatuhkan lawan politik masing – masing tanpa pernah peduli dampak yang ditimbulkan terhadap khalayak ramai. Para elit politik hanya peduli dengan tahta dan kekuasaan yang akan mereka dapatkan nantinya. Mereka tak pernah ingin tahu bagaimana masyarakat menjadi terpolarisasi karena tingkah laku mereka. Hal ini lah yang tanpa kita sadari mengerus akar – akar toleransi bangsa ini secara perlahan.

Sudah lah jangan pernah membuat gaduh dengan hal – hal sepele yang dapat memecah belah ke bhinekaan kita, bersainglah dengan sehat dan positif untuk mendapatkan kursi kepemimpinan. Karena sejatinya rakyat ini sudah jenuh dengan suguhan- suguhan lucu kalian. Yang kami inginkan adalah pemimpin yang dapat menyatukan bukan malah membubarkan, yang kami inginkan adalah pemimpin yang dapat merangkul bukan malah memecah belah toleransi dan kebhinekaan kita. Karena kami semua adalah INDONESIA.

Tags: Toleransi Di Indonesia, Pilpres 2019, Kebhinekaan

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com