Problematika Produksi Migas di Indonesia, Miris

Problematika Produksi Migas di Indonesia, Miris

“Ibarat tikus yang mati di lumbung padi” Ungkapan ini cukup mewakili permasalahan migas di Indonesia. Indonesia sebagai salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam masih terombang-ambing dan bersikap acuh tak acuh untuk mengenali potensi yang milikinya, analoginya seperti bayi baru lahir yang enggan merangkak tapi ingin langsung berlari, mustahil. Pada kenyataannya, potensi migas di Indonesia cukup melimpah, pun problematika yang sering diperbincangkan oleh para politikus selalu seputar ekspor dan impor migas yang berimbas ke rakyat jelata yang secara sengaja teraniaya dengan harga BBM yang mencekik.

Direktur Indonesia Resource Studies (IRESS), Marwan Batubara, mengatakan bahwa kebutuhan migas terus meningkat, sedangkan cadangan dan produksi migas terus menurun, akhirnya ketergantungan impor migas semakin tinggi. Menurut pandangan saya, produksi migas menurun karena adanya batasan pembukaan tambang minyak dan gas bumi di Indonesia. 

Baca juga : Mengintip Potensi Minyak Mentah Di Indonesia

Proses turunnya produksi migas hanya ditinjau dari sumur-sumur yang sudah dieksplor sebelumnya, namun potensi migas di Indonesia jauh lebih besar dari yang sedang dikelola dewasa ini. PT Arun NGL adalah salah satu perusahaan eksplorasi migas di Aceh yang sangat terkenal di awal-awal pembangunannya. Hingga 2014 silam, PT Arun NGL melakukan eksplorasi migas yang terakhirnya karena sumber dayanya sudah sangat menipis. Sehingga PT Arun NGL sudah beralih menjadi PT Perta Arun Gas (PAG) yang dijadikan sebagai terminal regasifikasi pada 09 Maret 2015 silam.

Sebagai salah satu perusahaan ekplorasi migas yang besar, penutupan PT Arun NGL cukup mempengaruhi perekonomian Indonesia hingga saat ini. Sehingga para geofisikawan mulai meneliti potensi migas yang ada di wilayah lain secara universal. Berdasarkan hasil survey sementara, ditemukan cadangan minyak dan gas baru yang memungkinkan untuk dilakukan eksplorasi dalam jangka panjang. 

Potensi besar ini ditemukan di lapisan bawah permukaan kabupaten Simeuleu, provinsi Aceh, namun sangat disayangkan karena para peneliti dari geofisikawan tidak dapat melanjutkan survey lapangan karena tidak mendapat izin dari pemerintah dan dana yang  dibutuhkan pun cukup besar. Problematika seperti inilah yang kerap menjadi penghambat industri tambang untuk eksplorasi migas di Indonesia.

Baca juga : Polemik Undang-Undang Reklamasi dan Kewajiban Pascatambang

Singapura merupakan salah satu negara pengimpor minyak mentah dari Indonesia untuk diolah dan disuling kembali supaya menghasilkan berbagai jenis minyak dan gas yang kemudian ekspor kembali ke berbagai negara termasuk Indonesia. Ibarat kita memiliki berkarung-karung beras hasil panen sendiri, namun untuk memakan sepiring nasi kita harus menyuruh tetangga untuk memasakinya kemudian kita membeli kembali nasi yang siap makan tadi. Inilah problematika umum yang membuat kita seperti boneka tak bernyawa yang tidak dapat melakukan apa-apa. 

Mari kita membuka pikiran, apa yang kurang dari Indonesia. Indonesia sebagai lumbung sumber daya alam yang melimpah disertai juga Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai namun masih belum mampu untuk mengolah hasil kekayaan alam sendiri. Bahkan, Indonesia memiliki banyak ahli-ahli kebumian seperti ahli geofisika, ahli pertambangan, ahli geologi, dan lainnya. 

Pertanyaannya adalah dari sekian banyak jumlah lulusan ilmu kebumian, kemana sebagian besar dari mereka? Jawabannya sebagian dari mereka sekarang lebih memilih untuk bekerja di luar negeri atau mendapat tawaran pekerjaan dari perusahaan-perusahaan migas luar negeri, dimana para pekerjanya bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki masing-masing.

Baca juga : Menelisik Angka : Produksi dan Konsumsi Minyak Mentah di Indonesia

Salah satu perusahaan tambang Oz Mineral’s yang ada di Australia mempekerjakan beberapa ahli ilmu kebumian dari Indonesia. Perusahaan minyak Santos di Adelaide, Austraalia juga mempekerjakan sebagian pegawainya yang berasal dari Indonesia. Dari daata ini, tidak bisa dikatakan bahwa lambatnya perkembangan produksi dan pengolahan migas Indonesia disebabkan oleh kurangnya SDM. Jika kita tinjau dari sisi dana yang dibutuhkan, pun tidak menjadi hambatan untuk membangun sebuah industri tambang migas di negara seribu pulau ini. 

Di balik itu, ada beberapa  warga Indonesia yang menjadi pimpinan perusahaan migas asing, seperti Hardy Pramono yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Total E&P sejak 2013 lalu. Berdasarkan data-data di atas, bukan tidak mungkin jika Indonesia membuka perusahaan pengolahan migas yang dikelola oleh warga Indonesia itu sendiri. Menurut saya, perekonomian Indonesia akan berada jauh di atas angka stabil jika kita bisa mengembangkan potensi migas yang kita miliki dengan cara mengolah hidrokarbon mentah untuk disuling menjadi bahan bakar dan gas secara mandiri.

Baca : Mengkaji RUU Migas yang Panjang Umur

Oleh karena itu, Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai potensi migas yang besar membutuhkan tenaga ahli dan perizinan dari pemerintah untuk membangun perusahaan migas yang tak hanya berfokus pada eksplorasi hidrokarbon mentah. Namun, sangat diharapkan kita mampu untuk mengolah hidrokarbon mentah menjadi minyak dan gas siap pakai secara mandiri demi kemajuan bangsa dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tags: Opini, Inspirasi

Opini 2 months ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com