Penting Bagi Calon Mahasiswa, Berikut Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

Penting Bagi Calon Mahasiswa, Berikut Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia

Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia - Sebuah lembaga yang meninjau akreditasi universitas dunia, 4 International Colleges and Universities (4ICU.org) merilis ranking universitas di tahun 2018.

4ICU meluncurkan uniRank, fitur yang berisi ranking universitas dunia pada awal tahun ini.

Berikut 7 universitas terbaik di Indonesia versi 4ICU:

1. Universitas Gadjah Mada

Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi didirikan pada tanggal 19 Desember 1949 sebagai universitas yang bersifat nasional.

UGM termasuk universitas yang tertua di Indonesia yang juga berperan sebagai pengemban Pancasila dan sebagai universitas pembina.

Kantor Pusat UGM berlokasi di Kampus Bulaksumur Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saat ini UGM memiliki 18 Fakultas, 1 Sekolah Vokasi, dan 1 Sekolah Pascasarjana, dengan jumlah program studi mencapai 251.

Seluruh kegiatan universitas dituangkan dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Lebih dari 56.000 mahasiswa dari dalam dan luar negeri menjalankan studi di UGM pada jenjang pendidikan Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana (S2 dan S3).

Di UGM, mahasiswa mendapatkan kesempatan yang luas untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi di bidangnya masing-masing dengan kegiatan perkuliahan yang didukung dengan peralatan modern dan teknologi informasi.

Sebagai universitas riset, UGM memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kegiatan penelitian yang diwujudkan dengan upaya mendorong dosen dan mahasiswa melakukan dan mengembangkan berbagai penelitian serta dengan mendirikan 25 pusat studi terkait beragam bidang keilmuan.

Komitmen kerakyatan pun diwujudkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat baik dengan penerjunan mahasiswa KKN ke seluruh penjuru Indonesia maupun melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi, UGM dimotori 3.608 dosen dan 4.324 karyawan yang berkomitmen menjadikan UGM sebagai universitas terbesar yang menjadi rujukan bangsa Indonesia.

Agar seluruh kegiatan kampus berlangsung dengan baik dan membahagiakan, UGM mengarahkan penataan dan pengembangan infrastruktur fisik di lingkungan kampus pada prinsip perwujudan kampus “educopolis”.

Prinsip ini tertuang dalam rencana induk pengembangan kampus yang mengamanatkan sebuah lingkungan yang kondusif untuk proses pembelajaran dalam konteks pengembangan kolaborasi multidisiplin dan tanggap terhadap isu ekologis.

Visi: UGM mempunyai visi sebagai pelopor perguruan tinggi nasional berkelas dunia yang unggul dan inovatif, mengabdi kepada kepentingan bangsa dan kemanusiaan dijiwai nilai-nilai budaya bangsa berdasarkan Pancasila.

Misi: UGM mempunyai misi melaksanakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta pelestarian dan pengembangan ilmu yang unggul dan bermanfaat bagi masyarakat.

2. Universitas Indonesia

Universitas Indonesia (UI) adalah kampus modern, komprehensif, terbuka, multi budaya, dan humanis yang mencakup disiplin ilmu yang luas. 

UI saat ini secara simultan selalu berusaha menjadi salah satu universitas riset atau institusi akademik terkemuka di dunia. 

Sebagai universitas riset, upaya-upaya pencapaian tertinggi dalam hal penemuan, pengembangan dan difusi pengetahuan secara regional dan global selalu dilakukan. 

UI juga memperdalam komitmen dalam upayanya di bidang pengembangan akademik dan aktifitas penelitian melalui sejumlah disiplin ilmu yang ada dilingkupnya.

UI bermula pada tahun 1849 dan UI merupakan representasi institusi pendidikan dengan sejarah paling tua di Asia. 

Telah menghasilkan lebih dari 400.000 alumni, UI secara kontinyu melanjutkan peran pentingnya di level nasional dan dunia. 

Misi UI menjadi institusi pendidikan berkualitas tinggi, riset standar dunia dan menjaga standar gengsi di sejumlah jurnal internasional.

UI secara aktif mengembangkan kerja sama global dengan banyak perguruan tinggi ternama dunia. 

Selain itu, UI saat ini juga memperkuat kerjasamanya dengan beberapa asosiasi pendidikan dan riset diantaranya: APRU (Association of Pacific Rim Universities) dengan peran sebagai Board of Director, AUN (ASEAN University Network), and ASAIHL (Association of South East Asia Institution of Higher Learning).

Secara geografis, posisi kampus UI berada di dua area, Salemba dan Depok. 

Mayoritas fakultas berada di Depok dengan luas lahan mencapai 320 hektar dengan atmosfer green campus karena hanya 25% lahan digunakan sebagai sarana akademik, riset dan kemahasiswaan. 

75% wilayah UI bisa dikatakan adalah area hijau berwujud hutan kota. Sebuah area yang menjanjikan nuansa akademik bertradisi yang tenang dan asri.

3. Universitas Negeri Yogyakarta

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merupakan pengembangan dari IKIP Yogyakarta yang telah berdiri 21 Mei 1964. 

Sejarah panjang UNY dalam dunia pendidikan Indonesia telah menghasilkan tenaga kependidikan dan nonkependidikan yang berkualitas unggul. 

Banyak tenaga pengajar berkualifikasi S2 dan S3, pegawai profesional, perpustakaan universitas dan fakultas yang lengkap, pusat komputer, jaringan internet 24 jam, sarana olahraga berstandar internasional, pusat bahasa, laboratorium penelitian modern, dan lingkungan yang asri membuat kampus yang dijuluki The Green Campus ini menjadi salah satu universitas terfavorit dan layak diperhitungkan. 

Untuk menjawab tantangan global, mulai tahun 2008, UNY telah siap menuju World Class University.  

Pengakuan internasional berupa sertifikasi terhadap kegiatan manajemen, proses, dan fasilitas pendukung sangat diperlukan dalam persaingan di era global. 

Untuk menuju World Class University, UNY saat ini telah berhasil mendapatkan sertifikasi di bidang kegiatan manajemen yaitu Standar manajemen Mutu (SMM) International Organization for standardization (ISO) 9001:2008.

Sebagai Institusi yang memfokuskan diri pada jasa layanan pendidikan, sejak tahun 2006 UNY telah merintis proses sertifikasi SMM ISO 9001:2000. 

Sertifikat ISO ini diawali oleh Fakultas Teknik (FT), yaitu Jurusan Pendidikan Teknik Mesin dan Pendidikan Teknik Elektro pada 2007. Setahun Kemudian 4 Jurusan lain di FT menyusul memperoleh sertifikat ISO 9001:2000.

Langkah tersebut diikuti oleh 10 unit kerja lain di UNY, yaitu Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam; Fakultas Bahasa dan Seni; Fakultas Ilmu Pendidikan; Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi; Fakultas Ilmu Keolahragaan; Lembaga Penelitian; Lembaga Pengabdian Masyarakat; Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Sistem Informasi; Biro Administrasi Umum dan Keuangan; dan Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan mengajukan sertifikasi ISO 9001:2000 di tahun 2008. 

Awal tahun 2009 kesepuluh unit kerja di UNY tersebut dinyatakan berhak dan layak menerima Sertifikat ISO 9001:2000 yang dikeluarkan oleh PT. Sucofindo Jakarta. 

Upacara penyerahan sertifikat ISO 9001:2000 bagi kesepuluh unit kerja di UNY tersebut dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo, pada 23 Maret 2009. 

Pada kesempatan tersebut diserahkan pula penghargaan dari PT Sucofindo kepada Rektor UNY sebagai perguruan tinggi yang 11 unit kerjanya telah bersertifikat ISO 9001:2000 dan pada tahun 2010 kesebelas unit kerja tersebut melakukan migrasi dari Sertifikat ISO 9001:2000 ke ISO 9001:2008.

Dampak dari sertifikasi yang diterima UNY cukup banyak, diantaranya semakin banyaknya lembaga mitra menjalin kerjasama dengan UNY, dan juga beberapa perguruan tinggi negeri melakukan studi banding di UNY khusus tentang sertifikasi ISO. 

Manfaat ke dalam UNY sendiri sangat dirasakan dengan semakin tertibnya kegiatan perkuliahan dan kegiatan administrasi di UNY. 

Kegiatan sertifikasi tidak berhenti pada diterimanya sertifikat saja melainkan keberlanjutan dari diperolehnya sertifikat tersebut yaitu selalu meningkatkan pelaksanaan pedoman yang telah ditetapkan, melakukan monitoring internal (audit internal), dan setiap satu tahun usia sertifikat akan dilakukan Surveillance Audit oleh PT Sucofindo.

4. Universitas Brawijaya

Universitas Brawijaya berkedudukan di Kota Malang, Jawa Timur, didirikan pada tanggal 5 Januari 1963 dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 1 Tahun 1963, dan kemudian dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 196 Tahun 1963 tertanggal 23 September 1963.

Universitas ini semula berstatus swasta, dengan embrio sejak tahun 1957, yaitu berupa Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang Universitas Swasta Sawerigading, Makasar. 

Kedua fakultas itu perkembangannya nampak kurang menggembirakan, sehingga di kalangan mahasiswa timbul keresahan.

Beberapa orang dan tokoh mahasiswa yang menyadari hal ini kemudian mengadakan pendekatan-pendekatan kepada para pemuka masyarakat. 

Akhirnya, pada suatu pertemuan yang mereka lakukan di Balai Kota Malang pada tanggal 10 Mei 1957, tercetus gagasan untuk mendirikan sebuah Universitas kotapraja (Gemeentelijke Universiteit) yang diharapkan lebih dapat menjamin masa depan para mahasiswa.

Sebagai langkah pertama ke arah itu, dibentuklah Yayasan Perguruan Tinggi Malang pada tanggal 28 Mei 1957, yayasan ini kemudian membuka Perguruan Tinggi Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (PTHPM) pada tanggal 1 Juli 1957. 

Mahasiswa dan dosen PTHPM terdiri dari bekas mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum Universitas Sawerigading. Hampir bersamaan dengan itu, pada tanggal 15 Agustus 1957 sebuah yayasan lain, yakni Yayasan Tinggi Ekonomi Malang mendirikan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang (PTEM).

Pada perkembangan berikutnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotapraja Malang dengan sebuah keputusan tertanggal 19 Juli 1958 mengakui PTHPM sebagai milik Kotapraja Malang. 

Pada peringatan Dies Natalis III PTHPM tanggal 1 Juli 1960, diresmikan pemakaian nama Universitas Kotapraja Malang. Universitas itu kemudian mendirikan Fakultas Administrasi Niaga (FAN) pada tanggal 10 Nopember 1960.

Pada acara Peringatan Dies Natalis IV Universitas Kotapraja Malang, nama universitas ini diganti menjadi Universitas Brawijaya. Nama ini diberikan oleh Presiden Republik Indonesia melalui kawat nomor : 258/K/1961 tanggal 11 Juli 1961. 

Selanjutnya pada tanggal 3 Oktober 1961 diadakan penggabungan antara Yayasan Perguruan Tinggi Ekonomi Malang yang mengasuh PTEM ke dalam sebuah yayasan baru yang bernama Yayasan Universitas Malang.

Atas dasar penggabungan ini Universitas Brawijaya memiliki 4 fakultas, yakni Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat (FHPM) yang semula PTHPM, Fakultas Ekonomi (FE) yang semula bernama PTEM, Fakultas Administrasi Niaga (FAN) dan Fakultas Pertanian (FP). 

Penggabungan tersebut adalah salah satu usaha yang harus ditempuh untuk memperoleh status negeri bagi Universitas Brawijaya, karena sebelum itu walaupun diakui sebagai milik Kotapraja Malang, semua pembiayaan universitas masih menjadi tanggung jawab yayasan. 

Guna memenuhi syarat penegerian, maka pada tanggal26 Oktober 1961 Universitas Brawijaya mendirikan sebuah fakultas baru yakni Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP).

Usaha yang dirintis selama beberapa tahun tersebut akhimya menemui titik terang. Dalam sebuah pertemuan antara Panglima Daerah Militer VIII Brawijaya, Presiden Universitas Brawijaya, Presiden Universitas Tawangalun (Jember) serta Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan pada tanggal 7 Juli 1962, ternyata Menteri PTIP menyanggupi untuk menegerikan Universitas Brawijaya secara bertahap. Yang akan dinegerikan pertama adalah fakultas-fakultas eksakta, sedangkan fakultas sosial masih dalam pertimbangan.

Dengan Surat keputusan Menteri PTIP Nomor 92 tertanggal 1 Agustus 1962 Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan diberi status negeri, terhitung sejak tanggal 1 Juli 1962 dan berada di bawah naungan Universitas Airlangga. 

Sambil menunggu proses selanjutnya, pada tanggal 30 September 1962, Fakultas Administrasi Niaga diubah namanya menjadi Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan (FKK), untuk menyesuaikan diri dengan Undang-Undang Perguruan Tinggi Nomor 22 Tahun 1961.

Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan dinamika keilmuan dan regulasi di bidang Pendidikan Tinggi, pada tahun 1982 FKK secara resmi berubah menjadi Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) berdasarkan PP No. 27 Tahun 1982 tentang Penataan Fakultas pada Universitas/Institut Negeri.

Sementara itu di Probolinggo pada tanggal 28 Oktober 1961 dibuka sebuah Perguruan Tinggi Jurusan Perikanan Laut oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Probolinggo. 

Jurusan ini kemudian menjadi salah satu jurusan dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, yakni berdasarkan Surat Keputusan Menteri PTIP No. 163 Tahun 1963 Tanggal 25 Mei 1963.

Pada tanggal 5 Januari 1963, Universitas Brawijaya dengan seluruh fakultasnya dinegerikan dengan Keputusan Menteri PTIP Nomor 1 Tahun 1963. 

Fakultas Pertanian serta Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan yang semula berada di bawah naungan Universitas Airlangga dikembalikan ke Universitas Brawijaya.

Selain itu diresmikan pula cabang-cabang Universitas Brawijaya di Jember, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Kedokteran. Cabang di Jember ini semula adalah fakultas-fakultas dari Universitas Tawangalun.

Dengan Surat Keputusan Menteri PTIP Nomor 97 Tahun 1963 Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan di Kediri, terhitung sejak tanggal 15 Agustus 1963 ditetapkan sebagai cabang Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan Universitas Brawijaya.

Surat Keputusan Menteri PTIP tentang penegerian itu telah dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 196 Tahun 1963 yang berlaku sejak tanggal 5 Januari 1963. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir (Dies Natalis) Universitas Brawijaya.

5. Institut Pertanian Bogor 

Institut Pertanian Bogor (IPB) adalah lembaga pendidikan tinggi pertanian yang secara historis merupakan bentukan dari lembaga-lembaga pendidikan menengah dan tinggi pertanian serta kedokteran hewan yang dimulai telah pada awal abad ke-20 di Bogor. 

Sebelum Perang Dunia II, lembaga-lembaga pendidikan menengah tersebut dikenal dengan nama Middelbare Landbouwschool, Middelbare Bosbouwschool dan Nederlandsch Indiche Veeartsenschool.

IPB saat ini berlokasi di Jalan Raya Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Lahirnya IPB pada tanggal 1 September 1963 berdasarkan keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 92/1963 yang kemudian disyahkan oleh Presiden RI Pertama dengan Keputusan No. 279/1965. 

Pada saat itu, dua fakultas di Bogor yang berada dalam naungan UI berkembang menjadi 5 fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Perikanan, Fakultas Peternakan dan Fakultas Kehutanan. 

Pada tahun 1964, lahir Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian yang kini menjadi Fakultas Teknologi Pertanian.

Pada tanggal 26 Desember 2000, pemerintah Indonesia mengesahkan status otonomi IPB berdasarkan PP no. 152. Semenjak itu IPB merupakan perguruan tinggi berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN).

Tahun 2005 IPB menerapkan sistem mayor minor sebagai pengganti sistem kurikulum nasional. Sistem ini hanya diterapkan di IPB. Setiap mahasiswa IPB dimungkinkan mengambil dua atau bahkan lebih mata keahlian (jurusan) yang diminatinya.

Fakultas
Program Studi di IPB dikelola 9 Fakultas, 1 Sekolah Pascasarjana dan Program Diploma.

Fakultas Pertanian
Fakultas Kedokteran Hewan
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Fakultas Peternakan
Fakultas Kehutanan
Fakultas Teknologi Pertanian
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Ekonomi Manajemen
Fakultas Ekologi Manusia
Fakultas Pascasarjana
Program Diploma

Pelayanan penunjang akademik
1. Perpustakan
Perpustakaan IPB merupakan unit pengelola informasi ilmiah untuk mendukung program pendidikan, pengajaran dan penelitian bagi sivitas akademika IPB. Perpustakaan pusat IPB atau lebih dikenal dengan LSI (Layanan Sumberdaya Informasi) memiliki 45884 judul buku, 1995 disertasi, 9138 Tesis, 45115 skripsi, 1538 laporan penelitian, dan 1661 artikel, belum termasuk koleksi di perpustakaan fakultas dan perpustakaan jurusan.
2. Komunikasi dan Sistem Informasi
3. University Farm
4. Unit Laboratorium Terpadu
5. Unit Bahasa
6. Asrama mahasiswa tingkat pertama (Asrama Tingkat Persiapan Bersama IPB)
7. Laboratorium Lapangan: Hutan Pendidikan Gunung Walat
8. Forum Diskusi tentang Kelembagaan dan Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Hutan: FORCI Dev. Fakultas Kehutanan-Institut Pertanian Bogor

Pelayanan kemahasiswaan dan umum
1. Beasiswa
2. Pelayanan kesehatan
3. Asrama mahasiswa
4. Bus kampus
5. ATM Center
6. Sepeda kampus
7. Minimarket

6. Universitas Diponegoro

Sekitar awal tahun 1950-an masyarakat Jawa Tengah pada umumnya dan masyarakat Semarang khususnya, membutuhkan kehadiran sebuah universitas sebagai pelaksana pendidikan dan pengajaran tinggi. 

Tujuannya untuk membantu pemerintah dalam menangani dan melaksanakan pembangunan di segala bidang khususnya bidang pendidikan. Pada waktu itu di Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta hanya memiliki Universitas Gadjah Mada yang berstatus sebagai universitas negeri.

Sementara jumlah lulusan sekolah menengah atas di Jawa Tengah bagian utara yang akan melanjutkan pendidikan tinggi di universitas makin meningkat, namun karena masih sangat terbatasnya universitas yang ada, maka tidak semua lulusan dapat tertampung. 

Menyadari akan kebutuhan pendidikan tinggi yang semakin mendesak, kemudian dibentuk Yayasan Universitas Semarang dengan Akte Notaris R.M. Soeprapto No. 59 tanggal 4 Desember 1956 sebagai langkah awal didirikannya universitas di Semarang dengan nama Universitas Semarang yang secara resmi dibuka pada tanggal 9 Januari 1957, dengan Presiden Universitas yang pertama adalah Mr. Imam Bardjo.

Pada Dies Natalis ketiga Universitas Semarang pada tanggal 9 Januari 1960, Presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno mengganti nama Universitas Semarang menjadi Universitas Diponegoro. 

Perubahan nama ini merupakan penghargaan terhadap Universitas Semarang atas prestasinya dalam pembinaan bidang pendidikan tinggi di Jawa Tengah.

Keputusan Presiden ini kemudian dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1961 dan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No 101247/UU tanggal 3 Desember 1960.

Keputusan tersebut berlaku surut mulai tanggal 15 Oktober 1957 dengan ketentuan tanggal tersebut ditetapkan sebagai Dies Natalis Undip mengingat pada tanggal tersebut terjadi “pertempuran lima hari” revolusi fisik di kota Semarang. 

UNDIP memilih tanggal ini untuk meneruskan cita-cita pejuang kemerdekaan bangsa dalam mengisi kemerdekaan dengan mencerdaskan bangsa. UNDIP adalah bentuk sumbangsih para penerus bangsa atas amanah yang ditinggalkan para pejuang kemerdekaan.

Tahun 1957 ditetapkan sebagai tahun berdirinya Undip, dengan memperhatikan realitas sejarah bahwa Universitas Semarang sebagai universitas swasta yang berdiri tahun 1957 merupakan embrio Universitas Diponegoro. Penetapan Dies Natalis Undip tanggal 15 Oktober 1957 telah dinyatakan dalam laporan Rektor pada Dies Natalis Undip yang ke 13.

7. Universitas Sebelas Maret

Universitas Sebelas Maret berdiri sejak 11 Maret 1976, yang awalnya merupakan gabungan dari 5 perguruan tinggi yang ada di Surakarta. 

5 perguruan tinggi tersebut: Institut Pelatihan dan Pendidikan Guru Surakarta, Sekolah Menengah Olahraga Surakarta, Akademi Administrasi Bisnis Surakarta, Universitas Gabungan Surakarta (universitas ini adalah gabungan dari beberapa universitas di Surakarta termasuk Universitas Islam Indonesia Surakarta) dan Fakultas Obat-obatan Departemen Pertahanan dan Keamanan Pengembangan Pendidikan Tinggi Nasional Surakarta.

Pengabungan beberapa perguruan tinggi tersebut, mempunyai satu tujuan yang besar, yakni meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Surakarta. 

Setelah 5 tahun melakukan konsolidasi, UNS mempersiapkan diri untuk memulai proses perkembangannya. Pembanguan secara fisik dimulai pada tahun 1980. Di bawah kepemimpinan dr. Prakosa, kampus yang semula terletak di di beberapa tempat disatukan dalam suatu kawasan. 

Lokasi tersebut adalah di daerah Kenthingan, di tepi Sungai Bengawan Solo, dengan cakupan area sekitar 60 hektar. Di daerah Kenthingan inilah, pembangunan kampus tahap pertama berakhir pada tahun 1985.

Pembangunan fisik kampus yang tergolong cepat, juga diimbangi dengan perkembangan di sektor yang lain. Tahun 1986, Prof. Dr. Koento Wibisono selaku rektor berikutnya, melakukan peletakan dasar-dasar percepatan pertumbuhan, Pada masa ini, perubahan telah terjadi, seperti perkembangan yang cukup bagus dalam bidang akademik dan jumlah staf, juga dalam penguatan infrastruktur kampus.

Setelah Prof. Haris Mudjiman, Ph.D menjadi rektor berikutnya, percepatan UNS dimulai untuk melangkah ke arah yang lebih baik. Semangat dan komitmen yang tinggi untuk melakukan perubahan sangatlah dibutuhkan untuk membuat kemajuan di setiap sisi kehidupan UNS. Efek dari perubahan tersebut sangatlah mengesankan.

Fakultas
Ada 9 Fakultas di
1. Fakultas Sastra dan Seni Rupa
2. Fakultas Kedokteran
3. Fakultas Ekonomi
4. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 
5. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
6. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
7. Fakultas Pertanian
8. Fakultas Teknik
9. Fakultas Hukum

Program Studi Pascasarjana 
Prodi Linguistik (Minat Utama Linguistik Deskriptif dan Minat Utama Linguistik Penerjemahan)
Prodi Ilmu Lingkungan
Prodi Magister Akuntansi
Prodi Magister Manajemen
Prodi Kedokteran Keluarga
Prodi Teknologi Pendidikan (Minat Utama Medical Education)
Prodi Ilmu Keolahragaan
Prodi Pendidikan Kependudukan & Lingkungan Hidup (Minat Utama Pendidikan Geografi)
Prodi Pendidikan Sains
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia
Prodi Pendidikan Matematika
Prodi Ilmu Komunikasi (Konsentrasi Manajemen Komunikasi, Konsentrasi Riset & Pengembangan Teori Komunikasi)
Prodi Pendidikan Sejarah
Prodi Agronomi
Prodi Ilmu Hukum (Konsentrasi Hukum Kebijakan Publik, Konsentrasi Hukum Bisnis, Konsentrasi Hukum Pidana Ekonomi)
Prodi Penyuluhan Pembangunan
Prodi Ilmu Gizi
Prodi Biosain
Prodi Ilmu Fisika
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Prodi Pendidikan Ekonomi
Prodi Pendidikan Dokter Spesialis

Tags: Perguruan Tinggi, Kampus, Ugm, UI

Pendidikan 1 year ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com