Demonstrasi - Pengertian, Penyebab, Faktor Pendukung, Cara Melakukan, Contoh dan Dampaknya

Demonstrasi - Pengertian, Penyebab, Faktor Pendukung, Cara Melakukan, Contoh dan Dampaknya

Di Indonesia, demonstrasi merupakan hal yang diperbolehkan asalkan tidak berbuat anarkis. Demonstrasi bahkan diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum. Simak pembahasan lengkap tentang pengertian demonstrasi, penyebab demonstrasi, faktor pendukung demonstrasi, cara melakukan demonstrasi, contoh dan dampak demonstrasi berikut ini.

Pengertian Demonstrasi

Sebenarnya demonstrasi memiliki banyak sekali pengertian jika dilihat dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Jika dilihat dari sudut pandang perdagangan atau sains, demonstrasi merupakan kegiatan peragaan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang demi menunjukkan cara kerja, cara pembuatan ataupun cara pakai dari suatu barang.

Berbeda jika dilihat dari sudut pandang politik, demonstrasi merupakan cara yang ditempuh untuk menyuarakan pendapat, kritik, saran, atau dukungan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan (baik itu tertulis maupun tak tertulis) demi mewujudkan demokrasi yang berkeadilan rakyat.

Sedangkan menurut UU No. 9 Tahun 1998, demonstrasi merupakan kegiatan unjuk rasa yang dilakukan oleh seseorang atau lebih, untuk mengemukakan pendapat secara lisan atau tulisan di depan umum, dengan mempertimbangkan asas keseimbangan antara hak dan kewajiban, asas musyawarah mufakat, kepastian hukum dan keadilan, proporsional serta asas manfaat.

Penyebab Terjadinya Demonstrasi

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya demonstrasi:

1. Terjadi ketidakadilan sosial.
2. Terjadi ketidaksesuaian pendapat.
3. Adanya aspirasi masyarakat yang belum dipenuhi oleh para pengelola negara. 
4. Adanya orang awam yang ingin meramaikan saja.

Faktor Pendukung Demonstrasi

Berikut ini adalah beberapa faktor pendukung terjadinya demonstrasi:

1. Masyarakat Sipil

Aksi demonstrasi biasanya dilakukan oleh kelompok kelas menengah dan kelompok kelas bawah yang kecewa dengan perlakuan atasannya. Dua kelompok ini dikenal dengan sebutan masyarakat sipil (civil society). Biasanya kelompok ini memiliki kemampuan untuk menggiring opini publik.

2. Dukungan

Agar demonstrasi bisa menekan pihak penguasa, ada tiga buah elemen penting yang dibutuhkan, yaitu: dukungan jaringan, dukungan uang dan militer.

3. Tema

Biasanya yang mendorong terjadinya unjuk rasa adalah tema tertentu, seperti kondisi psikologis rakyat yang berkaitan dengan masalah harga diri dan ketidakadilan sosial.

4. Media dan Pers

Tanpa disadari, aksi unjuk rasa juga melibatkan media dan dunia maya (internet). Buktinya, demonstrasi yang terjadi di Jakarta sering diliput oleh para wartawan dan kemudian beritanya akan tersebar di mana-mana, seperti media cetak, media berita online, televisi, dan lain sebagainya.

Cara Melakukan Demonstrasi

Demonstrasi tidak bisa langsung dilakukan pada tempat dan waktu tertentu. Ada berbagai hal yang harus dilakukan terlebih dahulu, yaitu:

1. Membuat pemberitahuan tertulis pada Polisi Republik Indonesia. Setelah dibuat, pemberitahuan harus disampaikan oleh yang bersangkutan (bisa pemimpin atau orang yang menjadi penanggung jawab kelompok).

2. Pemberitahuan disampaikan paling lambat 3 x 24 jam sebelum waktu dimulainya demonstrasi dan telah diterima oleh pihak kepolisian setempat.

3. Adapun informasi yang tercantum dalam surat pemberitahuan adalah sebagai berikut:

  • Maksud dan tujuan demonstrasi
  • Lokasi dan rute demonstrasi
  • Waktu dan lama demonstrasi
  • Bentuk demonstrasi
  • Penanggung jawab demonstrasi
  • Nama dan alamat dari orang / kelompok yang melakukan demonstrasi
  • Alat peraga yang akan digunakan
  • Jumlah peserta yang dilibatkan dalam demonstrasi

Contoh Demonstrasi

Agar lebih jelas, simak dua contoh demonstrasi yang pernah terjadi di Indonesia berikut ini:

1. Demonstrasi 1966 (Tritura)

Demonstrasi ini dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia). Mereka menuntut tiga hal kepada pemerintah, yaitu pembubaran PKI dan ormas-ormasnya, perombakan kabinet Dwikora, dan juga menurunkan harga sembako.

2. Demonstrasi Malari

Malari adalah singkatan dari Malapetaka 15 Januari 1974. Demonstrasi ini dilakukan oleh para mahasiswa karena tak terima dengan kunjungan Perdana Menteri Jepang Tanaka Kakuei ke Indonesia. Terlebih saat itu, Jepang dianggap telah memeras Indonesia.

Awalnya demonstrasi dilakukan secara damai. Namun tiba-tiba saja, terjadi kerusuhan di ibukota. Produk buatan Jepang seperti mobil, motor, ataupun produk elektronik semuanya dibakar. Tak hanya itu, gedung dan pusat perbelanjaan di Senen dan Harmoni juga ikut dibakar. Kerusuhan ini pun memakan banyak korban jiwa dan menimbulkan sejumlah kerugian.

Dampak Demonstrasi

1. Dampak Positif Demonstrasi

Berikut ini adalah sejumlah dampak positif dari demonstrasi:

  • Menyalurkan aspirasi rakyat yang selama ini tak didengar pemerintah
  • Memberikan kritik pada pemerintah, dengan harapan agar pemerintahan bisa berubah ke arah yang lebih baik sesuai keinginan rakyat
  • Wujud implementasi dan pengembangan dari konsep ekonomi kerakyatan. 
  • Menyalurkan pendapat rakyat yang selama ini belum terealisasikan
  • Menyadarkan pemerintah agar lebih bijak dalam mengambil keputusan yang menyangkut hidup orang banyak
  • Mendesak pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang dipilih rakyat
  • Membuka pikiran semua orang, baik itu pemerintah ataupun masyarakat tentang masalah yang didemonstrasikan
  • Mengetahui tingkat keberhasilan dari program yang dijalankan pemerintah
  • Mendorong terjadinya perubahan dalam hal kebijakan, program ataupun masalah lain dalam suatu pemerintahan
  • Mendapat penghasilan tambahan. Banyak yang mengatakan bahwa orang yang melakukan demonstrasi adalah kaum pengangguran atau mahasiswa yang sengaja dibayar oleh pihak tertentu
  • Membuat pemerintah sadar dan intropeksi diri
  • Memberikan pemerintah kesempatan untuk melakukan perubahan sesuai dengan saran yang diberikan rakyat
  • Melatih masyarakat untuk mengemukakan pendapat secara bertanggung jawab.

2. Dampak Negatif Demonstrasi

Di sisi lain, demonstrasi juga memiliki banyak dampak negatif seperti:

  • Mengganggu ketertiban umum
  • Merusak fasilitas pribadi atau fasilitas milik negara
  • Tak sedikit demonstrasi yang berakhir anarkis, sehingga membuat calon investor asing tak mau menanamkan modal di Indonesia.
  • Menimbulkan kemacetan panjang
  • Membuat pihak tertentu yang diprotes menjadi ketakutan
  • Pelaksanaan program pemerintah menjadi kurang optimal karena adanya demonstrasi
  • Aksi anarkis yang dilakukan demonstran bisa membuat masyarakat resah dan ketakutan
  • Menimbulkan sampah berserakan di mana-mana, seperti batu, kerikil, pecahan kaca dan sebagainya
  • Menimbulkan banyak polusi. Seperti polusi tanah dan polusi udara akibat ban yang dibakar, polusi suara akibat teriakan para demonstran, dan masih banyak lagi
  • Bisa membuat nilai tukar mata uang menurun secara drastis

Tags: Demonstrasi - Pengertian, Penyebab, Faktor Pendukung, Cara Melakukan, Contoh Dan Dampaknya

Pengertian 2 months ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com