Pengertian Ilmu Astronomi Menurut Perspektif Islam

Pengertian Ilmu Astronomi Menurut Perspektif Islam

Istilah astronomi diambil dali bahasa Yunani "astro" yang memiliki arti berkaitan dengan bintang. Kini astronomi menjadi satu cabang ilmu yang berkaitan dengan kajian, bukan hanya bulan dan bintang saja, tetapi juga planet, galaksi, zat-zat antara bintang, nova, supernova, nebula, pulsar dan semua benda dan jasad yang terdapat di angkasa luar. 

Pengertian Ilmu Astronomi Menurut Perspektif Islam
Galaxy

Perlu dinyatakan di sini bahwa menebak nasib dengan melihat bintang bukanlah ilmu astronomi melainkan astrologi. Akan tetapi, jika kajian terhadap cuaca dunia dikaitkan dengan semarak surya atau solar flare, ini dapat dianggap sebagai penyelidikan astronomi. 

Pengertian Ilmu Astronomi Menurut Perspektif Islam
Solar Flare

Astronomi yang kadangkala disebut "ibu" bagi ilmu pasti (exact science), banyak memberi faedah. Dengan mengetahui kedudukan bintang Utara (Polaris) dan beberapa resi lain, arah dapat ditentukan dengan tepat. Ini adalah hal penting bagi nelayan dan mereka yang berada dalam pelayaran. Rasi yang dikaitkan dengan suatu musim juga digunakan sebagai panduan, untuk memulai persemaian, mengeringkan sawah dan sebagainya.

Bagi ahli fisika, bintang-bintang merupakan sebuah laboratorium yang sungguh hebat, dimana terjadinya berbagai interaksi nuklir bertenaga tinggi, dalam keadaan yang tidak mungkin dapat diwujudkan di laboratorium-laboratorium buatan manusia. Keadaan seperti suhu, medan magnet dan daya gravitasi juga mungkin akan dapat dihasilkan di laboratorium. Oleh karena itu, ahli astrofisika senantiasa membuat serapan terhadap cakrawala untuk mengetahui bahan-bahan dan sinar yang dipancarkan oleh laboratorium di langit dengan harapan mereka akan dapat menyumbangkan sesuatu dengan memahami undang-undang fisika atau Sunnatullah (hukum-hukum Allah). Penyelidikan dalam bidang Astronomi juga dijalankan untuk mengetahui tentang kejadian bumi. 

Baca juga : Sejarah Perkembangan Ilmu Astronomi

Mempelajari planet yang ada dalam sistem matahari kita ini, akan dapat memberi penjelasan tentang pentingnya manusia tidak membuat kerusakan (fasad) di bumi ini. Ditemukannya kemajuan di planet Venus dikatakan "tidak mungkin", karena atmosfernya dipenuhi dengan karbon dioksida. Sebagian planet juga hanya dipenuhi dengan batuan saja dan tidak mempunyai ruang udara. Begitulah gambaran apa yang terjadi pada bumi, jika kita tidak memeliharanya. Manusia mestilah "berdamai" atau menghormati bumi dan menjaga keseimbangannya. Sekiranya manusia terus menerus mencemari bumi dan atmosfernya, maka pengaruh buruk mungkin akan terjadi dan dapat menyebabkan bumi ini tidak bisa dihuni lagi. 

Pengertian Ilmu Astronomi Menurut Perspektif Islam
Planet Venus

Walaupun diakui bahwa kemajuan Cina, India dan lain-lain mempunyai warisan astronomi mereka sendiri. Tetapi kebanyakan ahli sejarah sains beranggapan bahwa kemajuan Yunani adalah perintis atau pelopor dalam bidang tersebut. Ptolemy atau Batlamus adalah tokoh astronomi Yunani yang paling terkenal. Hasil karya Batlamus telah diterjemahkan oleh orang-orang Islam. Bukan itu saja, astronomi warisan Syria, Parsi dan India juga diterjemahkan. Setelah itu, astronomi telah dikembangkan oleh para cendekiawan Islam. Mereka telah menjadi pemegang utama ilmu tersebut selama tujuh abad. 

Pengertian Ilmu Astronomi Menurut Perspektif Islam
Ptolemy

Bukti sumbangan cendekiawan Islam dapat dilihat hingga hari ini. Istilah seperti zenith, nadir dan azimuth berasal dari bahasa Arab. Demikian juga nama-nama bintang seperti Deneb, Altair, Aldebaran dan lain-lain lagi adalah nama yang telah diberi oleh sarjana falak Islam, yang digunakan hingga sekarang di dunia barat. Pada tahun 1935 The International Astronomical Union telah memutuskan untuk menamakan formasi (gunung-gunung dan bukit-bukit) di bulan dengan nama-nama ahli astronomi yang terkenal. Antara lain nama yang telah diberi penghormatan ialah Masha Allah, al-Ma'mun (al-Manon), al-Farghani (Alfaraganus), al-Battani (Al-Bagtanius), Thabit Ibn Qurtah (Thebit), al-Sufi (Azophi), al-Haytham (Alhazen), al-Zarqali (Alzachel), Jabir (Geber), Nasiral-Din al-Tusi (Nasirddin), al-Bitruji (Alpetragius), Abu al-Fida (Abdulfeda) dan Ulugh Beg. 

Pengertian Ilmu Astronomi Menurut Perspektif Islam
Zenith, Nadir dan Azimuth

Untuk menambah wawasanmu, ada pula beberapa faktor yang menyebabkan ilmu astronomi berkembang pesat pada zaman kegemilangan islam, yakni :

1. Ajaran Islam menghendaki penganutnya memikirkan kejadian alam seperti pertukaran siang malam, gerakan cakrawala, ciptaan langit dan bumi dan lainlain untuk mendekatkan diri kepada Allah. Penelitian dan usaha untuk memahami fenomena di langit, diterima sebagai amalan soleh yang direstui oleh Allah. Iman al Ghazali menyatakan bahwa belajar astronomi adalah fardu kifayah, sementara Iman al-Syafi'i menyatakan bahwa manusia seharusnya berijtihad menggunakan ilmu falak untuk menentukan arah qiblat, mereka berdua adalah ahli astronomi.

2. Islam menghendaki penganutnya mengetahui sedikit banyak tentang astronomi. Penentuan kapan dimulainya amalan puasa dan penentuan Hari Raya. Hari Wuquf dan beberapa hari lain, semuanya memerlukan pemahaman tentang gerakan dan fasa bulan. Waktu untuk shalat dapat ditentukan dengan memahami peredaran matahari. Masalah-masalah ini menjadi satu pendukung bagi umat Islam dan sarjana astronomi Islam zaman silam hingga berhasil menyelesaikan masalah yang rumit itu.

3. Bantuan pemerintah yang mencukupi untuk mengadakan kajian astronomi juga menjadi faktor yang penting. Pemerintah telah membiayai aktivitas yang berkaitan dengan astronomi dengan membentuk balai-balai penelitian dan menggaji mereka yang melakukan penelitian. Institut pengajian seperti Bait al-Hikmah telah didirikan bukan hanya untuk tujuan astronomi tetapi juga untuk bidang-bidang yang lain.

4. Pengetahuan sains yang ada kaitan dengan astronomi seperti matematika dan fisika juga memainkan peranan dalam memajukan astronomi. Tokoh-tokoh sains Islam pada masa itu adalah pelopor ilmu ilmu tersebut. Mereka menguasai ilmu ilmu seperti geometri, aljabar trigonometri dan optik. llmu tersebut sangat berguna dalam astronomi dan telah digunakan untuk mendapatkan beberapa kuantitas astronomi. Tanpa adanya ilmu tersebut, penentuan jarak, sudut, dan ukuran planet dan objek lain mungkin tidak bisa ditemukan.

Nah, itulah sedikit pembahasan tentang pengertian ilmu astronomi. Semoga bisa menambah materi-materi pelajaran yang kurang di sekolahmu.

Dan jika menurutmu artikel ini bermanfaat, jangan lupa share kepada teman-teman kamu lainnya, biar semua juga tahu dan mendapatkan wawasan baru tentang dunia astronomi.

Tags: Ilmu Astronomi, Islam

Pengertian 3 months ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com