Langkah Langkah Metode Ilmiah yang Baik dan Benar

Pengertian 1 month ago
Langkah Langkah Metode Ilmiah yang Baik dan Benar

Langkah Langkah Metode Ilmiah – Seorang peneliti ilmiah pada umumnya mempunyai rasa ingin tau yang begitu tinggi terhadap sebuah fenomena, peristiwa dan sejumlah permasalahan yang ada di dunia ini. Sedangkan sebagian besar orang pada umumnya tidak pernah memikirkan dengan begitu dalam terhadap fenomena, peristiwa dan permasalahan yang dialaminya. Apalagi mencatat, menyelidiki dan menelitit lebih lajut tentang suatu hal yang dialami.

Nah, apabila kamu merupakan bagian dari orang-orang yang mempunyai jiwa peneliti atau mempunyai ketertarikan sendiri dalam meneliti setiap hal yang terjadi di dunia ini, maka langkah-langkah metode ilmiah adalah hal yang paling penting untuk kamu perhatikan. Sehingga suatu kajian atau karya ilmiah yang sedang kamu buat bisa diselesaikan dengan lebih mudah. Langkah-langkah metode ilmiah sendiri terdiri dari 7 langkah, antara lain :

1. Menentukan Objek Penelitian

Dalam membuat suatu penelitian, langkah paling awal yang harus kamu lakukan yakni menentukan objek penelitian itu sendiri. Jika sudah menentukan objek penelitiannya, maka diteruskan dengan melaksanakan observasi awal. Dimana hal ini mengharuskanmu untuk melakukan analisa dan spesifikasi terhadap objek penelitian yang sudah kamu tentukan.

Misalnya, kamu hendak melakukan sebuah penelitian tentang suatu investasi dalam pasar modal Indonesia. Lalu kamu menentukan investasi saham sebagai spesifikasinya. Selanjutnya lakukan sebuah observasi terhadap sejumlah saham perusahaan yang sudah terdaftar dalam pasar modal Indonesia. Pahamilah dengan mengamati cara kerja atau karakteristik dari saham tersebut.

2. Mengidentifikasi Masalah

Mengidentifikasi masalah merupakan langkah-langkah metode ilmiah setelah menentukkan objek penelitian dan melakukan spesifikasi serta observasi awal. Dalam langkah ini kamu harus memahami dan mengerti terlebih dahulu tentang apa arti dari masalah sendiri. Secara garis besar, masalah merupakan semua hal yang cenderung menimbulkan persoalan, perselisihan dan perdebatan.

Jika dalam investasi saham, teentu kamu tahu bahwa bisnis ini merupakan bisnis yang sangat menguntungkan. Pasalnya, orang yang melakukan investasi saham bisa meraup atau mendapatkan keuntungan yang sangat banyak. Namun dibalik keuntungan itu terdapat sebuah permasalahan, yakni suatu resiko yang cukup besar dalam berinvestasi.

Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa untuk mengidentifikasi masalah maka kita harus mengetahui tentang masalah itu apa. Tentu kita sudah mengetahui bahwa melakukan investasi saham mempunyai resiko yang besar, dan resiko tersebutlah yang merupakan masalah dalam contoh penelitian ini.

Sedangkan untuk mengidentifikasi masalah kita bisa menggunakan metode 5W + 1H (what, when, where, who, why dan how). Jika diterapkan dalam masalah resiko saham, maka seperti berikut :

What

Apa saja faktor yang menimbulkan resiko dari investasi tersebut?

When

Kapan terjadinya resiko tersebut?

Where

Dimana letak timbulnya resiko dari investasi tersebut?

Who

Siapa saja yang pernah mengalami resiko tersebut?

Why

Mengapa resiko tersebut bisa terjadi?

How

Bagaimana cara yang tepat untuk menangani resiko tersebut?

3. Menyusun Kerangka Pemikiran

Dalam hal ini yang dimaksud dengan menyusun kerangka pemikiran adalah mengumpulkan kembali data-data tentang permasalahan tersebut. Data ini sendiri bisa merupakan data-data yang dihasilkan oleh sebuah penelitian terdahulu, namun dengan permasalahan yang sama.

Misalnya, menurut hasil penelitian terdahulu, investasi saham memiliki dua resiko, yakni resiko nonsistematik dan resiko sistematik. Sedangkan resiko tersebut bisa terjadi lantaran adanya sejumlah faktor, seperti nilai tukar, inflasi, suku bunga, dan lain sebagainya.

Diketahui juga dalam hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa sejumlah resiko dalam investasi saham bisa diturunkan atau dihilangkan dengan melakukan metode diversifikasi. Selebihnya kamu bisa menentukan variabel mana yang hendak kamu jadikan sebagai susunan kerangka pemikiran dalam menentukan penyebab risiko investasi saham tersebut.

Misalnya, dalam hasil penelitian terdahulu sudah menggunakan variabel A, B dan C, dan variabel D belum terdapat pada penelitian terdahulu. Maka kamu bisa menambahkan variabel D tersebut ke dalam penelitianmu.

4. Menyusun Hipotesis

Pada umumnya, hipotesis merupakan dugaan yang bersifaat sementara terhadap suatu jawaban dalam sebuah masalah penelitian. Hipotesis sendiri bertujuan untuk mengarahkan penelitian lebih lanjut. Jadi hipotesis bukan merupakan suatu jawaban yang tepat dari masalah penelitian, melainkan sekedar dugaan sementara yang bisa salah dan bisa juga benar. Misalnya seperti :

H1 = Resiko inflasi diduga dapat memberikan pengaruh yang positif pada keuntungan investasi saham.

Catatan : H merupakan singkatan dari Hipotesis. Sedangkan H1 merupakan singkatan dari Hipotesis Pertama. Jika terdapat lebih dari satu dugaan dalam satu masalah penelitian, maka bisa ditulis dengan H1, H2, H3 dan seterusnya. 

Baca Juga : Sistem Pemerintahan Indonesia - Sejarah dan Penjelasannya

5. Melakukan Penelitian

Melakukan penelitian bertujuan untuk menjawab dugaan-dugaan atau hipotesis yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Sehingga dapat menjadi sebuah data yang nantinya bisa dianalisis dan diolah lebih lanjut.

Dalam mengumpulkan sejumlah data untuk melakukan penelitian, maka kamu harus tahu terlebih dahulu jika data ini terdiri dari dua jenis, yakni kalitatif dan kuantitatif. Sedangkan dalam masalah penilitian ini, data cenderung berjenis kuantitatif, dimana data jenis ini bisa kamu dapatkan lewat sejumlah informasi sekunder. Misalnya, data harga saham, laporan keuangan perusahaan dan lain sebagainya.

Sedangkan data kualitatif merupakan sejumlah data yang bisa kamu dapatkan secara primer atau langsung. Misalnya, melakukan wawancara terhadap orang yang terkait tentang masalah penelitian yang sedang kamu kerjakan.

6. Menjelaskan Hasil Penelitian

Setelah melakukan penelitian, maka kamu harus menjelaskan tentang hasil penelitian tersebut.

Misalnya, H1 yang berisi dugaan tentang resiko inflasi diterima. Karena hasil penelitian menunjukkan hal yang sama dengan hipotesis tersebut.

7. Membuat Kesimpulan

Secara garis besar, kesimpulan berisi mengenai suatu pokok permasalahan yang dijelaskan secara singkat padat dan jelas. Dalam hal ini kesimpulan mengenai penilitian investasi menyatakan bahwa hipotesis tentang resiko inflasi diterima, lantaran sesuai dengan hasil penelitian yang sudah dilakukan.

Nah, setelah melakukang sejumlah langkah-langkah metode ilmiah di atas, tentu kamu harus melakukan publikasi mengenai laporan penelitian tersebut. Dimana publikasi ini bertujuan unduk memudahkan para peneliti lain yang hendak meneliti permasalahan yang sama nantinya.

Tags: Langkah Langkah Metode Ilmiah Yang Baik Dan Benar

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com