11 Laptop Paling Mahal yang Pernah Ada

11 Laptop Paling Mahal yang Pernah Ada

Ruang memang adalah sebuah produksi kekuasaan. Begitulah kesimpulannya bila mempelajari teori Marx soal materialisme historis. Marx memandang bahwa bukan hanya bidang-bidang ilmu alam yang memiliki pola atau hukum yang berlaku general dan deterministik, namun bidang-bidang ilmu sosial juga memilikinya. Bahwa seorang ilmuwan dapat menemukan pola general dan deterministik di dalam masyarakat dengan cara melihat kronologi sejarah. Di mana sejarah itu sendiri berada dalam ruang produksi kekuasaan dari sistem yang berlaku.

Sistem yang berlaku di masyarakat era di mana Marx hidup adalah sistem Kapitalisme, bahkan hingga hari ini pun Kapitalisme masihlah mengakar dan menginfeksi segala unsur kehidupan masyarakat global. Ciri khas dari sistem kapitalisme yakni menghadirkan ruang hierarkis berupa struktur masyarakat yang berkelas. Ada kelas borjuis dan ada kelas proletar

Pada karyanya yang berjudul A Contribution to Critique of Political Economy,Karl Marx mendefinisikan tipe-tipe dasar dari formasi sosio-ekonomi melalui basis eksploitasi kerjanya masing-masing, yaitu:

1. Sistem Asiatik

Yaitu sebuah formasi cara produksi pada masyarakat berbasis komunitas yang bekerja di bidang pertanian. Ruang dalam sistem Asiatik memiliki hukum yang cukup unik, yaitu alat-alat produksi berupa tanah dan air dimiliki secara pribadi oleh penguasa despotik. Sedangkan alat-alat lain berupa perkakas kerja akan disediakan secara pribadi oleh penduduk komunitas desa. Namun, pada keseluruhan produksinya, penduduk desa sangat bergantung pada para penguasa (pemimpin agama, bangsawan, atau militer) untuk membangun sistem irigasi skala besar untuk pertaniannya. Sebagai balas jasa, para penguasa akan memaksa mereka menyembahkan upeti.

Sistem Asiatik tergolong sistem produksi kuno. Antara lain muncul pada masyarakat di Sungai Indus pada abad ke-3 SM, di Irak dan Mesir Kuno pada abad ke-4 SM, dan di Cina Utara pada abad ke-2 SM. Dan melihat pada gejalanya, tampaknya sistem Asiatik cocok diterapkan pada masyarakat kerajaan.

Dari sistem Asiatik ini dapat dianalisis perihal ruang sebagai produksi kekuasaan. Bahwa sistem Asiatik memperlihatkan pola penguasaan atas sumber daya alat produksi. Hak tenurial atas alat-alat produksi utama berupa tanah dan air memang dikuasai pemimpin (negara, bangsa), namun pertanian dikerjakan secara mandiri oleh komunitas masyarakat. Yang menjadi karakteristik dalam sistem ini yakni: para pekerja (petani) bekerja atas nama komunitas dan mereka akan tunduk membayar upeti pada pemerintah agar memperoleh dukungan pembangunan infrastruktur skala besar seperti irigasi.

2. Sistem Perbudakan

Hampir sama dengan sistem Asiatik, hanya saja pada sistem Perbudakan ini, masyarakat sama sekali tidak bekerja secara independen. Penguasa (pemerintah) bukan hanya menguasai alat-alat produksi vital dan besar, namun mereka juga menguasai para pekerjanya. Hasil dari produksi pertaniannya pun dirampas oleh para pemilik pekerja (budak). Para budak hanya memperoleh upah yang ala kadarnya, asal bisa bertahan hidup.

Baca Juga: 15 Pemimpin Besar Revolusi yang Terkenang Sepanjang Sejarah Dunia

Sistem Perbudakan muncul pada masa Yunani Kuno dan Romawi Kuno. Melalui sistem ini terlihat bahwa ruang produksi benar-benar seutuhnya dikendalikan elite politik. Formasi sosio-ekonomi mutlak menempatkan masyarakat sebagai budak dari penguasa. Hak tenurial atas sumber daya produksi dipegang seluruhnya oleh pemimpin, yakni: para pemilik budak itu. Ironisnya, masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh hidup yang lebih baik melalui tabungan modal, karena upah bekerja hari ini, akan habis hari ini juga.

3. Sistem Feodal

Sistem Feodal muncul di Eropa Barat pada abad pertengahan. Alat produksi vital berupa tanah dikuasai oleh para bangsawan. Untuk dapat menggarap tanah itu, masyarakat yang terdiri dari para petani dan tukang itu akan memohon secara pribadi untuk bisa menggarap sepetak tanah. Sebagai balas jasa, para petani budak itu mau bekerja sukarela apa saja untuk majikan tanahnya.

Yang membedakan sistem Feodal dengan Asiatik adalah soal penguasaan tanah. Jika dalam sistem Asiatik, tanah dikuasai tidak atas nama perorangan, tetapi atas nama negara despotik. Sedangkan pada sistem Feodal ini dikuasai secara perorangan, yakni: para bangsawan yang bisa jadi pejabat-pejabat negara.

Sistem Feodal seakan menjadi tanda dari kemunculan sebuah ruang produksi kekuasaan yang individualistik. Negara tidak lagi memainkan peran atas alat produksi vital berupa tanah dan air. Namun alat vital itu dilepas begitu saja ke pasar dan dikuasai oleh para bangsawan lalim yang hobi memperbudak penyewa tanahnya.

4. Sistem Kapitalis

Sistem Kapitalis merupakan sistem yang berlaku hingga hari ini. Sistem ini tampaknya adalah metamorfosa dari sistem feodal di era modernisasi. Oleh karena pengaruh kemajuan IPTEK, ruang produksi dalam sistem kapitalis jelas adalah ruang yang modern. Para pekerja tidak lagi berhadapan dengan lahan pertanian, namun berhadapan dengan lahan industri.

Hak tenurial atas sumber daya produksi dimiliki secara privat oleh para pemilik modal. Di sini akan terlihat bagaimana para pekerja beraksi di pabrik-pabrik besar milik mereka sebagai buruh upahan. Para kapitalis itu akan membayar buruh dengan upah (gaji) tertentu yang cenderung sangat murah, sampai-sampai tidak buruh tidak mampu membeli barang-barang hasil keringat kerjanya di pabrik.

Sistem Kapitalis menempatkan buruh beserta tenaga dan ketrampilannya sebagai komoditi untuk diperjual-belikan dan dieksploitasi sebesar-besarnya demi akumulasi kapital tak terhingga. Marx memperkenalkan rumus sirkuit kapital untuk sebuah ruang produksi kekuasaan kapitalis, yaitu:

M-C-M’
Keterangan:
M: modal
C: komoditi
M’ (m aksen): modal yang bertambah

Sistem Kapitalis menjadi formasi sosio-ekonomi yang mendapatkan perhatian khusus oleh Marx dalam pengembangan teori-teorinya. Teori kelas misalnya, muncul juga untuk mengkritisi bagaimana fenomena yang terjadi pada masyarakat kapitalistik telah menghasilkan hierarki borjuis-proletar.

Sekarang dapat disimpulkan bahwasanya Karl Marx memang benar-benar memandang ruang sebagai sebuah produksi kekuasaan. Ruang dalam benak Marx adalah sebuah sirkuit kerja, di mana di sana terjadi komunikasi antara pemilik modal dengan para pekerjanya.

Kekuasaan dalam ruang artinya adalah kepemilikan terhadap sumber daya. Melalui pemaparan keempat formasi sosio-ekonomi di atas terlihat jelas bagaimana kepemilikan atas sumber daya menjadi konteks masalah yang substansial. Marx memang memandang bahwa sejarah manusia tergantung pada bentuk-bentuk dominan kepemilikan.

Bahwa Materialisme Historis sesungguhnya bercerita soal sistem hubungan-hubungan produksi, di mana ikatan-ikatan hubungan tersebut ditentukan oleh gerak dari produk material, yang dapat dilihat dalam masyarakat yang berjuang, bekerja di lahan-lahan pertanian maupun industri.

Ruang sebagai sebuah produksi kekuasaan. Artinya ruang memiliki kesempatan untuk menunjukkan hubungan-hubungan kepemilikan atas sumber daya. Ruang sebagai sebuah lahan bekerja, di mana masyarakat berjuang mencari uang. Di sana terlihat pola-pola atau hukum-hukum yang bekerja, ada Asiatik, Perbudakan, Feodal, dan Kapitalisme. Semuanya bergerak menurut lajur waktu, lajur pembabakan sejarah kuno hingga modern.

Tags: Teori Kelas, Ruang Dan Modus Produksi Menurut Karl Marx

Pengertian 2 months ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com