Undang-Undang Dasar: Pengertian, Sifat, Kedudukan, Fungsi, Konstitusi, dan Jenisnya

Pengertian 1 month ago
Undang-Undang Dasar: Pengertian, Sifat, Kedudukan, Fungsi, Konstitusi, dan Jenisnya

Dalam kehidupan sehari-hari kita telah terbiasa menerjemahkan istilah dalam bahasa Inggris constitution menjadi Undang-Undang Dasar (UUD). Sebenarnya ada kesukaran atau kekurangan dengan pemakaian istilah UUD, yakni kita langsung membayangkan suatu naskah tertulis. Padahal istilah constitution bagi banyak ahli merupakan sesuatu yang lebih luas, yakni keseluruhan dari peraturan-peraturan--baik yang tertulis, maupun yang tidak--yang mengatur secara mengikat cara-cara pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat.

Berikut penjelasan mengenai UUD yang lebih rinci:

Pengertian Undang-Undang Dasar

Berikut definisi Undang-Undang Dasar (UUD) menurut beberapa ahli:

  • Miriam Budiardjo: “UUD adalah suatu perangkat peraturan yang menentukan kekuasaan dan tanggung jawab dari berbagai alat kenegaraan.”
  • E.C.S Wade: “UUD adalah naskah yang memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok dari berbagai badan pemerintahan suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja berbagai badan tersebut.”
  • Richard S. Kay: “UUD adalah aturan-aturan yang pasti, yang mempengaruhi perilaku manusia dan dengan demikian menjaga agar pemerintah tetap berjalan dengan baik.”

Sifat Undang-Undang Dasar

Secara umum, UUD mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

  • Mempunyai status legal yang khusus.
  • Merupakan ungkapan aspirasi, cita-cita, dan standar moral yang dijunjung oleh suatu bangsa.
  • Mencerminkan dasar-dasar negara serta ideologinya.

Kedudukan Undang-Undang Dasar

UUD berbeda dengan undang-undang biasa. UUD dibentuk menurut cara yang istimewa, yang berlainan dengan cara pembentukan undang-undang biasa. Badan yang membuat UUD pun berbeda dengan badan yang membuat undang-undang biasa. Oleh karena itu, UUD dianggap sebagai suatu yang luhur.

Ditinjau dari sudut pandang politis, dapat dikatakan UUD sifatnya lebih sempurna dan lebih tinggi daripada undang-undang biasa. Maka timbul lah gagasan bahwa UUD adalah hukum tertinggi (supreme law) yang harus ditaati baik oleh warga maupun alat-alat perlengkapan negara. 

Selain itu, UUD juga merupakan ungkapan aspirasi, cita-cita, dan standar-standar moral yang dijunjung tinggi oleh suatu bangsa. Banyak UUD juga mencerminkan dasar-dasar negara serta ideologinya. Sering unsur ideologi dan moralitas ini dijumpai dalam mukadimah suatu UUD.

Fungsi Undang-Undang Dasar

Sebagai sumber hukum tertinggi, UUD mempunyai fungsi sebagai berikut:

  • Institusi yang menjamin hak-hak para masyarakat dari tindak kesewenangan para penguasa.
  • Landasan struktural dari penyelenggaraan pemerintah.
  • Pengontrol peraturan yang ada di bawahnya.


Undang-Undang Dasar Sebagai Konstitusi

UUD tidak bisa dilepaskan dari konsep konstitusionalisme. Ide pokok konstitusionalisme adalah bahwa pemerintah perlu dibatasi kekuasaannya (the limited state), agar penyelenggaraan kekuasaannya tidak bersifat sewenang-wenang. UUD sendiri dianggap sebagai suatu jaminan utama untuk melindungi warganya dari perlakuaan yang semena-mena, melalui konsep aturan-aturan hukum (Rule of Law) dan negara hukum (Rechtsstaat).

Menurut Carl J. Friendrich dalam buku Constitutional Government and Democracy, konstitusionalisme merupakan gagasan bahwa pemerintah merupakan suatu kumpulan kegiatan yang dikenakan beberapa pembatasan yang diharapkan akan menjamin bahwa kekuasaan yang diperlukan untuk pemerintahan itu tidak disalahgunakan oleh mereka yang mendapat tugas untuk memerintah.

Selanjutnya dikatakan oleh Richard S. Kay, bahwa konstitusionalisme adalah pelaksanaan aturan-aturan hukum (rule of law) dalam hubungan individu dengan pemerintah. Konstitusionalisme menghadirkan situasi yang dapat memupuk rasa aman, karena adanya pembatasan terhadap wewenang pemerintah yang telah ditentukan lebih dahulu.

Rule of Law dan Rechtsstaat sendiri merupakan inti dari demokrasi konstitusional.

Undang-Undang Dasar Tertulis dan Undang-Undang Dasar Tidak Tertulis

Suatu UUD umumnya dikatakan tertulis bila merupakan satu naskah, sedangkan UUD tak tertulis ialah yang tidak merupakan satu naskah dan banyak dipengaruhi oleh tradisi dan konvensi. Jadi dalam istilah lain, UUD tertulis adalah UUD bernaskah (codified constitution) dan UUD tak tertulis adalah UUD tak bernaskah (non-codified constitution).

Sebenarnya pembedaan ini bukanlah pembedaan yang praktis, karena saat ini hanya Inggris dan Israel yang mempunyai UUD tidak tertulis. Namun berdasarkan pertimbangan bahwa tidak ada UUD yang seratus persen tertulis; demikian pula tidak ada UUD yang seluruhnya tak tertulis, maka analisis ilmiah tetap mempertahankan diskusi mengenai pembedaan ini.

Misalnya saja UUD Amerika Serikat yang merupakan suatu naskah, tetapi di samping itu telah timbul beberapa konvensi yang mengubah beberapa asas pokok dari naskah UUD itu sendiri. Sebaliknya UUD Inggris yang dianggap bersifat tak tertulis memang tidak merupakan suatu naskah, melainkan mencakup beberapa dokumen tertulis (Magna ChartaBill of RightsParliament Acts, dll), bahkan jumlahnya lebih banyak daripada naskah UUD Amerika Serikat. Di samping dokumen-dokumen tertulis ini masih ada banyak konversi yang memmang tak tertulis.

Undang-Undang Dasar yang Fleksibel dan Undang-Undang Dasar yang Kaku

UUD juga diklasifikasi menurut sifat fleksibel (supel) dan kaku (grid). Dasar dari perbedaan ini menurut beberapa ahli seperti C.F. Strong dan Rob Haque, dalam Comporative Government and Politics ialah apakah prosedur untuk mengubah UUD sama dengan prosedur membuat undang-undang. Jika suatu UUD dapat diubah dengan prosedur yang sama dengan prosedur membuat Undang-Undang (UU), maka itu disebut fleksibel, seperti Inggris, Selandia Baru, kerajaan Italia sebelum Perang Dunia II. Sedangkan jika UUD hanya dapat diubah dengan prosedur  yang berbeda dengan prosedur membuat UU, maka itu disebut kaku, seperti Amerika Serikat, Kanada, dsb.

Klasifikasi ini dianggap penting karena jika terlalu kaku, maka dapat mengakibatkan timbulnya tindakan yang melanggar UUD. Sedangkan jika terlalu fleksibel, maka UUD dianggap kurang berwibawa dan dapat disalahgunakan.

Tags: Pengertian, Sifat, Kedudukan, Fungsi, Konstitusi, Undang Undang Dasar, Uud

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com