10 Konsep Kenyamanan Arsitektur Nusantara untuk Ide Desain Rumah Modern

10 Konsep Kenyamanan Arsitektur Nusantara untuk Ide Desain Rumah Modern

Arsitektur tradisional memiliki konsep-konsep kenyamanan ruang yang sangat kompleks. Namun keberadaannya semakin terpinggirkan. Padahal, dari sana kita bisa belajar banyak hal untuk dikembangkan ke dalam ide desain yang lebih kompleks lagi di masa depan. Arsitektur modern saat ini mengalami kehilangan identitas. Akibatnya, konsep desain yang ada tidak sejalan dengan kearifan lokal dan juga iklim sebagai negara tropis. Untuk itu, ada banyak konsep dari arsitektur nusantara yang bisa diambil sebagai ide desain rumah modern di Indonesia, diantaranya:

1. Dinding bernapas

Dinding bernapas atau breathing wall adalah sebuah inovasi unik dalam bidang arsitektur yang terinspirasi dari keberadaan rumah-rumah tradisional atau adat yang ada di deretan ruang nusantara. Seperti yang pernah dibahas pada artikel “Arsitektur Nusantara, sejarah atau masa depan?” rumah-rumah tradisional kebanyakan menggunakan material dinding yang tidak rapat, seperti anyaman bambu atau kayu-kayu vertikal yang pemasangannya tidak begitu rapat. Hal ini memungkinkan ruang dalam dan ruang luar terus berinteraksi sepanjang hari. Sirkulasi udara menjadi lancar dan penghuni rumah akan menjadi lebih sehat. Penerapan dinding bernapas untuk arsitektur modern bisa dilakukan dengan banyak cara, misalnya menggunakan roster, partisi, atau bahkan permainan-permainan tertentu pada dinding batu bata. Dengan adanya unsur dinding bernapas ini, akan didapatkan pula keunikan dan seni yang indah.

2. Ruang atap sebagai pendinginan alami

Rumah tradisional kebanyakan memiliki bentuk atap miring dan ruang atap yang luas. Material yang digunakan memungkinkan udara juga mengalami proses sirkulasi di dalam ruang atap, sehingga ruang huni di bawahnya terkena imbasnya. Udara yang terkonveksi ke atas dan memanas akan selalu tergantikan dengan udara yang sejuk sehingga ruang huni akan lebih dingin. Penerapan ruang atap sebagai pendinginan alami ini bisa diterapkan untuk rumah modern dengan memilih bentuk atap yang cocok dengan iklim tropis. Selain itu, adanya sirkulasi udara di dalam ruang atap bisa diciptakan dengan memperbanyak ventilasi udara pada atap.

3. Bukaan yang banyak

Arsitektur nusantara biasanya juga diidentifikasikan dari jumlah bukaan (pintu dan jendela) yang banyak. Mengapa demikian? Karena iklim tropis Indonesia menuntut adanya hawa alami yang masuk secara terus menerus. Sehingga, jumlah bukaan juga mempengaruhi kebutuhan penghuni rumah. Rumah dengan bukaan yang banyak memungkinkan adanya cross ventilation yang akan bisa memenuhi kebutuhan suhu normal manusia. Untuk menciptakan sebuah desain dengan banyak bukaan, diperlukan adanya trik tersendiri. Selain agar udara bisa masuk dengan bebas, adanya unsur matahari juga akan memberikan pertimbangan tersendiri. Jangan sampai, sirkulasi udara sudah baik, namun cahaya matahari yang masuk justru merusak isi rumah karena terlalu banyak yang tidak difilter.

4. Rumah panggung

Rumah panggung adalah sebuah sistem yang memungkinkan adanya sirkulasi udara juga berasal dari bawah ke atas. Rumah panggung biasanya diadaptasikan dar rumah-rumah tradisional di daerah yang beriklim panas atau pesisir. Adanya rumah panggung membuat tidak hanya dinding yang bisa bernapas, melainkan juga lantai. Pengaplikasian rumah panggung untuk arsitektur modern belum banyak dilakukan. Masih banyak masyarakat awam yang belum terbiasa hidup di atas rumah panggung. Padahal dengan konsep ini, hunian akan terasa lebih sejuk dan unik.

5. Material ramah lingkungan

Sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa rumah nusantara selalu menggunakan material yang ramah lingkungan, seperti kayu, bambu, bahkan daun rumbia. Material alami bukan hanya menjadikan rumah tradisional sehat, melainkan juga memberikan informasi mengenai kearifan lokal yang sangat kaya. Ada banyak jenis kayu yang bisa dipelajari dari arsitektur nusantara. Untuk menerapkan konsep ini pada rumah modern, diperlukan kepekaan dan ketelitian desain. Bisa saja sang Arsitek memang tidak menonjolkan unsur material alami pada bagian luar rumah, melainkan pada bagian interior. Material yang bisa diterapkan juga banyak. Walaupun kayu memiliki harga jual yang mahal, namun kayu masih sering digunakan untuk hunian. Selain itu ada juga bambu laminasi.

6. Organisasi ruang

Rumah-rumah tradisional memberikan sekat yang jelas pada organisasi ruangnya. Ada pemisahan ruang-ruang publik, privat, dan sakral. Biasanya, jika ada sebuah ruang untuk beribadah, maka ruang tersebut akan terpisah dari ruang-ruang untuk berhuni sehari-hari. Misalnya rumah tradisional di Bali yang memisahkan pure dengan rumah pribadinya. Sehingga, adanya unsur ketuhanan utuh pada rumah tersebut. Atau pada rumah tradisional di Madura. Adanya pemisahan rumah pribadi dengan mushola terlihat sangat jelas. Organisasi ruang pada rumah modern kebanyakan tidak memisahkan unsur-unsur tersebut sehingga area berhuni akan bercampur baur dengan area yang seharusnya sakral dan suci. Konsep pemisahan organisasi ruang ini bisa diterapkan pada rumah modern dengan mengatur prioritas ruang berdasarkan sifatnya.

7. Pemisahan area hunian dengan servis

Ada juga beberapa rumah tradisional yang memisahkan area huni dengan area servis, dalam hal ini dapur dan kamar mandi. Rumah tradisional sangat peka dengan karakteristik ruang. Kamar mandi dan dapur sebagai area basah juga kadang dipercaya sebagai area kotor. Sehingga penempatan ruangnya harus terpisah dari ruang huni. Untuk arsitektur modern, dapur dan kamar mandi biasanya memang terpisah dari ruang-ruang huni. Namun memang pemisahannya tidak secara jelas. Padahal sebenarnya pemisahan ruang servis dengan rumah utama juga bisa mempermudah utilitas di dalam rumah itu sendiri. Saat ini ada beberapa orang yang sudah mulai memisahkan dapur dengan rumah utama. Salah satu caranya adalah dengan membuat dapur memiliki konsep outdoor.

8. Lompongan

Gang kecil yang terbentuk dari dua bangunan atau yang biasa disebut lompongan merupakan sebuah unsur dari rumah tradisional yang sudah tidak dipergunakan lagi dalam arsitektur modern. Adanya ruang antar rumah sekarang sudah tidak ada. Rumah-rumah saling berjajar dan berdempetan satu sama lain. Padahal lompongan adalah sebuah sistem pengamanan alami ketika tiba-tiba terjadi kebakaran. Arsitektur modern sebenarnya masih membutuhkan lompongan ini.

9. Unsur seni

Orang-orang masa lalu sangat peka dengan keindahan dan seni. Banyak unsur seni dari rumah tradisonal yang diterapkan, misalnya ukiran kayu, peletakan perabot yang indah, sampai lukisan kaligrafi yang dipadukan dengan pola dinding yang ada. Saat ini, di arsitektur modern memang ada unsur estetika sendiri yang memberikan identitas. Bisa lewat pemilihan bentuk bangunan, perabot, atau pajangan tertentu. Namun unsur seni yang bersifat lokal dan budaya justru hilang sama sekali. Padahal ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk mengadopsi kesenian budaya untuk kesenian arsitektur modern. 

10. Plafond yang tinggi

Langit-langit yang  tinggi membuat ruangan terasa lebih luas dan udara lebih sejuk. Rumah tradisional memiliki plafond yang tinggi. Sedangkan rumah-rumah pada arsitektur modern kebanyakan berplafond rendah. Hal inilah yang membuat rumah terlihat lebih sempit, walaupun ukurannya sebenarnya luas. Hal yang bisa diambil dari rumah tradisional bisa diterapkan pada rumah modern dengan membentuk sebuah rumah dengan plafond tinggi. Bentukan plafond yang tinggi juga bisa didapat dari sebuah ruang void dari lantai dua.

Tags: Arsitektur, Arsitektur Nusantara, Arsitektur Modern, Konsep Desain, Ide Desain

Properti 2 years ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com