Sejarah Pangeran Diponegoro

Sejarah 2 months ago
Sejarah Pangeran Diponegoro

Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi sebuah cerita sejarah singkat tentang Pangeran Diponegoro, mulai pada saat Sultan Hamengku Buwono IV meninggal dunia, sampai Pangeran Diponegoro meninggal dunia.

Mungkin terdengar membosankan jika kita membahas tentang sejarah. Namun perlu di ketahui, bahwa sejarah itu perlu kita ketahui dan pahami, apalagi begitu banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah sejarah. Yuk kita simak sejarah singkat Pangeran Diponegoro berikut ini.

Sejarah Pangeran Diponegoro

Sejarah Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro

Pada suatu ketika, ada sebuah kabar duka yang cukup mengejutkan masyarakat setempat, yakni kabar tentang Sultan Hamengku Buwono IV yang meninggal dunia secara mendadak di tahun 1822. Oleh karena itu Belanda menunjuk Pangeran Menol untuk menggantikan posisi beliau, padahal Pangeran Menol sendiri baru saja menginjak usia 3 tahun. Lantaran ia belum dewasa, lantas dibentuklah dewan perwalian.

Dewan perwalian itu sendiri terdiri dari permaisuri Sultan Hamengku Buwono III, Pangeran Mangkubumi, ibu Sultan, permaisuri Buwono IV, serta Pangeran Diponegoro.

Lama kelamaan, satu-satu dari mereka disingkirkan dan digantikan oleh Patih Danurejo IV, dimana Patih Danurejo ini merupakan sosok yang begitu memihak Belanda. 

Kekecewaan kepada pemerintah kerajaan di bidang politik begitu dipengaruhi oleh pihak Belanda, dan membuat Pangeran Diponegoro harus tinggal di Tegalrejo.

Di luar istana, begitu banyak kekecewaan yang dirasakan oleh penduduk setempat, khususnya para petani. Karena para petani merasa begitu tertekan oleh tingginya pajak, kerja wajib dan penyewaan tanah yang dilakukan oleh sang raja.

Pada kondisi hidup yang semakin sulit dan tidak masuk akal itu, beberapa penduduk yakin bahwa ada sebuah jalan di dalam jiwa Pangeran Diponegoro. Keyakinan itu muncul ketika ada sebuah kerusuhan yang diakibatkan oleh pembuatan jalan yang melalui tanah Tegalrejo tanpa seizin Diponegoro. Pada akhirnya hal ini tidak dapat diselesaikan oleh kedua belah pihak.

Dengan melalui perantaraan Pangeran Mangkubumi, Residen Smisaert meminta Pangeran Diponegoro supaya mendatangi kantornya, namun permintaan tersebut di tolak mentah-mentah oleh Pangeran Diponegoro. Karena hal ini, Pangeran Mangkubumi justru malah mendapatkan sebuah ancaman dari Residen Smisaert lantaran tidak berhasil membujuk Pangeran Diponegoro.

Di saat Pangeran Mangkubumi tengah menuliskan sebuah jawabannya di surat, para pasukan Belanda sudah melemparkan meriamnya. Bersama dengan Pangeran Diponegoro, Pangeran Mangkubumi bergegas untuk melarikan diri lewat pintu samping rumah. Lalu Pangeran Diponegoro memutuskan untuk memusatkan pertahanannya di wilayah Selarong, lantaran seluruh hartanya lenyap terbakar habis. 

Sejarah Pangeran Diponegoro
Dukungan Penduduk Setempat yang Semakin Meluas

Sejak saat itu, dukungan terhadap semua perjuangan Pangeran Diponegoro meluas, bahkan tak hanya dukungan dari para petani saja, para Pangeran lain dan beberapa ulama pun juga ikut mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro.

Kemudian mereka semua menggabungkan diri termasuk Kyai Mojo selaku ulama besar, dan seorang bangsawan yang pada akhirnya menjadi seorang panglima utama, yakni Sentot Alibasyah Prawirodirdjo.

Diketahui pula bahwa Jenderal de Kock pernah mengirimkan surat sebanyak dua kali kepada Pangeran Diponegoro yang isinya merupakan sebuah penawaran perdamaian. Surat tersebut dikirimkan pada tanggal 7 Agustus 1825, dan 14 Agustus 1825.

Sejarah Pangeran Diponegoro
Gambaran Perang Diponegoro

Namun pada akhirnya surat tawaran perdamaian tersebut tidak mendapatkan satupun balasan. Oleh karena itu, pihak Belanda bergegas melakukan sayembara dengan imbalan 20.000 bagi siapa saja yang sanggup menangkap Pangeran Diponegoro dalam keadaan hidup atau pun mati sekalian. Sayangnya sayembara dengan imbalan yang begitu besar itu gagal total, lantaran penduduk setempat begitu setia kepada pemimpin mereka, yakni Pangeran Diponegoro.

Dan di berbagai daerah medan pertempuran seperti Kulon Progo, Kedu, Sukowati, Gunung Kidul, Madiun, Semarang, Magetan dan Kediri pun Belanda tak berhasil mendapatkan kemajuan yang berarti.

Akhirnya Belanda sadar bahwa dukungan dan kesetiaan rakyat kepada pemimpin mereka lah yang dianggap sebagai rasa perwujudan Erucakra atau sering disebut dengan istilah Ratu Adil.

Sejarah Pangeran Diponegoro
Lokasi Benteng Stelsel yang Berhasil Didirikan

Oleh sebab itulah pada tahun 1827 Belanda membuat sebuah taktik dengan nama "benteng stelsel" dan langsung diterapkan pada saat itu juga.

Di setiap wilayah yang berhasil di kuasai oleh Belanda, maka wilayah tersebut wajib didirikan sebuah benteng yang berkaitan dengan benteng sebelum nya melalui sarana jalan, perbekalan serta patroli serdadu yang sudah diatur dengan tegas nan tepat. 

Sejarah Pangeran Diponegoro
Tertangkapnya Pangeran Diponegoro

Karena kegigihan dan kecerdasan yang ada dalam strategi tersebut, akhirnya strategi itu pun membuahkan hasil, yakni tertangkapnya Pangeran Mangkubumi dan Sentot Alibasyah. Akan tetapi perlawanan perang dengan Pangeran Diponegoro tetap masih berlangsung dan justru malah semakin menambah rasa antipati penduduk kepada pemerintah kolonial.

Mendengar hal itu, kemudian Jenderal de Kock melangsungkan strategi "meja perundingan" dengan mengajak Pangeran Diponegoro untuk beruntung. Dengan begitu rahasia ia memberikan sebuah tanda jikalau perundingan ini gagal maka Pangeran Diponegoro harus ditangkap. 

Baca juga : 15 Hal Menarik dari Kota Cirebon

Seperti yang sudah diperkirakan saat sebelumnya, Pangeran Diponegoro dengan tegas dan lantangnya menolak semua syarat-syarat yang telah diberikan oleh Belanda. Alhasil pada tanggal 28 Maret 1830, Pangeran Diponegoro berhasil ditangkap dan beliau dibuang ke Manado.

Setelah dibuang, beberapa waktu kemudian Pangeran Diponegoro dipindahkan ke Ujung Pandang hingga pada akhirnya ia wafat pada tanggal 8 Januari 1855. Saat itu juga beliau dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1973.

Nah, itulah sedikit kisah sejarah Pangeran Diponegoro yang perlu kita ketahui jasa-jasa dan segala perjuangannya dalam membela tanah air kita dari jajahan kolonial Belanda.

Jika menurut kalian artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ke berbagai sosial media kalian ya, supaya teman-teman kalian juga tahu akan sejarah singkat pahlawan nasional kita, Pangeran Diponegoro.

Tags: Pangeran Diponogoro, Belanda

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com