Bung Karno Presiden Penyayang Binatang, Termasuk Memelihara Anjing

Sejarah 1 year ago
Bung Karno Presiden Penyayang Binatang, Termasuk Memelihara Anjing

Presiden Joko Widodo terkenal sebagai penyuka kecebong. Karena itu pula, para jamaah oposisi negeri ini menjuluki pendukung Presiden Jokowi dengan Pasukan Kecebong atau Cebongers.

Meski selain kecebong, ada juga binatang lain yang mendapat perhatian dari Presiden Jokowi. Seperti misalnya Kambing atau Rusa di Istana Negara. Tapi julukan pasukan Kecebong sudah terlanjur melekat.

Bagaimana dengan Bung Karno? Binatang apa yang disayangi dan ada dalam catatan biografi kehidupannya?

Yuk, gaes! Simak beberapa penjelasan berikut ini agar sedikit lebih tahu kehidupan salah seorang pendiri bangsa ini.

Cicak


Ada orang yang geli dengan cicak. Ada pula orang yang kejam terhadap binatang satu ini. Ada orang yang menganggapnya lucu, ada juga yang menjadikannya lagu. Bahkan lagu itupun masih terkenal hingga saat ini.

Bagi Bung Karno, cicak bukan hanya sekedar binatang merayap yang lucu. Cicak adalah kawannya, salah seorang sahabat yang mengerti tentang dirinya.

Ketika Bung Karno dimasukkan ke penjara Bantjeuij, Bung Karno ditempatkan di sel nomor lima blok F. Di dalam penjara yang gelap dan lembab itu, binatang yang senantiasa menemani Bung Karno adalah cicak.

Cindy Adams menuliskan kisah itu dalam autobiografi Bung Karno Penjambung Lidah Ra’jat Indonesia (1964).

Kata Bung Karno: Djadi apabila tjitjak-tjijakku berkumpul, akupun memberinja makan. Kuulurkan sebutir nasi dan menantikan seekor tjijak ketjil merangkak dari atas loteng.

Anjing


Baru-baru, ada kabar viral tentang perempuan muslim yang memelihara anjing karena anjing-anjing itu kelaparan. Banyak orang memuji, tak sedikit yang mencaci.

Tapi perlu diketahui, Bung Karno adalah seorang yang mengagumi anjing. Ketika dahulu masih tinggal di Mojokerto, Bung Karno memiliki anjing fox terier yang bernama Kiar. Bung Karno menyayanginya.

Ketika di asingkan di Bengkulu, Bung Karno juga memelihara dua ekor anjing. Anjing itu tak diberi nama. Tapi karena biasanya Bung Karno memanggil mereka dengan cara mengetuk-ngetukkan lidahnya. Oleh sebab itulah, dua anjing itu dipanggil Ketuk Satu dan Ketuk Dua.

Kucing


Masih di Bengkulu. Selain anjing, Bung Karno juga memelihara kucing.

Akan masih bagus jika kucng peliharaan Bung Karno itu kucing angora yang bulunya bagus itu. Tapi tidak, bukan seperti itu kucing Bung Karno. Kucing pendiri bangsa ini adalah kucing yang terlantar di jalan dan dipungutnya.

Kucing itu dipelihara dan menjadi bukti bahwa Bung Karno itu memang benar seorang Presiden yang penyayang.

“Nah, Bung Karno suka juga mengelus-ngelusnya, karena kucing itu suka menunggu di dekat Bung Karno kalau Bung Karno habis sembahyang,” kata Hanafi yang menjadi Duta Besar untuk Kuba di kemudian hari.

Ketik diasingkan di Ende, Flores, kucing Bung Karno tidak main-main jumlahnya.

Ada berapa coba? Ada 35 ekor! Jumlah itu bukan jumlah yang sedikit!

Tapi begitulah, seorang pemimpin memang wajib untuk memiliki rasa kasih sayang pada makhluk hidup.

Kera


Selain kucing-kucing Bung Karno, di Ende, Flores, beliau juga memiliki “sahabat” lain. Sahabat Bung Karno dalam pengasingannya tersebut adalah kera.

Tidak banyak penjelasan mengenai binatang satu ini. Akan tetapi, informasi yang didapatkan dari pengawal Bung Karno di pengasingan tersebut adalah kera menjadi salah satu binatang sahabat Bung Karno, selain 35 kucingnya.

Burung


Binatang yang satu ini, termasuk binatang masa kecil. Binatang inilah yang menjadi pengingat dan permulaan agar Bung Karno menyayangi makhluk Tuhan.

Di pekarang rumahnya dahulu, ada pohon jambu dan di salah satu cabangnya terdapat sarang burung. Ketika Bung Karno bermain memanjat pohon jambu tersebut, beliau menjatuhkan sarang burung yang diatasnya.

Bapaknya Bung Karno yang mengetahuinya, marah dan menghukumnya dengan pukul rotan!

Bung Karno dinasehati agar menjadi seorang yang menyangi sesame, tidak terkecuali binatang. Sebab, Tat twan asi, Tat twam asi” adalah salah satu hal yang mesti dipelajari dan diamalkan oleh Bung Karno.

Kalimat itu artinya adalah “Dia adalah Aku dan Aku adalah Dia; Engkau adalah Aku dan Aku adalah engkau.”

Itulah, beberapa binatang yang hadir dalam biografi kehidupan Bung Karno, dan tercatat dalam beberapa biografi hidupnya.

Tags: Bung Karno

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

1
Followers

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com