Fakta Kelam Kaisar Cina Pencari Keabadian

Sejarah 2 years ago
Fakta Kelam Kaisar Cina Pencari Keabadian

Kaisar Qin Shi Huang adalah penguasa China yang kuat. Dia membangun pasukan untuk melawan setiap kerajaan di sekelilingnya dan menaklukkan mereka semua. Ia menjadi kaisar pertama yang menyatukan China, dan di eranya Tembok Besar mulai dibangun. Atas semua pencapaian besar yang telah di capai, Kaisar Qin Shi Huang takut akan kehilangan semua itu.

Tidak peduli berapa banyak kerajaan yang Ia taklukan, momok kematian masih mengikutinya. Ia menolak untuk menerimanya. Setelah menaklukkan Cina, Kaisar Qin Shi Huang mengobarkan perang terhadap kematian itu sendiri.

Sarjana Khusus Mencari Ramuan Keabadian

Qin Shi Huang sangat takut orang – orang akan melakukan pemberontakan jika mereka belajar tentang masa lalu. Karena itu Sang Kaisar membakar setiap buku sejarah, puisi, dan filsafat yang ada. Beberapa orang percaya, ini adalah cara sang kaisar untuk mengendalikan orang. Qin Shi Huang ingin setiap pikiran bijaksana di Cina bekerja pada satu hal: Rahasia Keabadian.

Dia memiliki beberapa ahli yang bekerja mengembangkan ramuan keabadian, tapi, tentu saja, itu adalah tugas yang mustahil. Ketika dua ahli mengaku mereka tidak bisa melakukannya, Qin Shi Huang menjadi marah. Karena gagal membuatnya abadi, Qin Shi Huang mengubur hidup hidup 460 sarjana, tabib dan ahli. Orang-orang ini, Qin Shi Huang mengatakan Jika mereka benar-benar memiliki kekuatan, maka mereka bisa menghidupkan diri mereka sendiri.

Mengirim 6000 Perawan Untuk mencari Gunung Surga

Qin Shi Huang melakukan perjalanan ke pulau Zhifu, di mana ia pernah mendengar bahwa seorang pria bisa menemukan rahasia untuk hidup yang kekal. Di sana ia bertemu dengan tabib bernama Xu Fu, yang meyakinkannya bahwa hal itu bisa dilakukan.

Xu Fu berjanji bahwa ramuan keabadian menunggunya di Pegunungan Surgawi. Pegunungan Surgawi sendiri bukanlah tempat nyata namun itu adalah rumah mitos tempat tinggal Delapan Dewa. Xu Fu mengatakan kepada kaisar, seorang tabib 1.000 tahun bernama Anqi Sheng yang akan berbagi rahasia kepada kaisar.

Qin Shi Huang senang. Dia memberi Xu Fu armada kapal dan membiarkannya berlayar mencari obat keabadian. Dan, segera, Xu Fu kembali, bersikeras bahwa dia telah menemukan Pulau abadi. Xu Fu mengatakan, pulau tersebut penuh rumput yang akan memberikan kaisar hidup abadi, namun sebuah keabadian membutuhkan pengorbanan. Dia harus membawa 6.000 perawan untuk mendapatkan obat mujarab itu.

Qin Shi Huang percaya padanya, dan dia memberinya apa yang ia butuhkan. Selama delapan tahun ke depan, Xu Fu hanya berlayar di sekitar laut dengan 6.000 perawan, sementara Qin Shi Huang sabar menunggu obat mujarab yang tidak pernah datang.

Mengalahkan Raksasa Laut

Qin Shi Huang berlayar ke Pulau Zhifu untuk menemukan Xu Fu, tabib yang telah menjanjikan obat mujarab keabadian. Keduanya berbalas surat, Xu Fu meyakinkan Qin Shi Huang bahwa ia telah menemukan Pegunungan Surgawi. Namun Xu Fu berdalih jalan diblokir oleh raksasa laut, dan Ia tidak punya cara untuk melewati. Kapal Xu Fu bersandar di dermaga terdekat.

Qin Shi Huang mengambil tindakan Dia mengumpulkan tim pemanah, ia mengatakan kepada Xu Fu, akan membunuh rakasa laut itu. Qin Shi Huang dan tim pemanah berlayar ke laut dimana Raksasa laut itu muncul, di sana Ia menemukan ikan besar yang mereka yakini sebagai raksasa laut, yang saat ini kita kenal sebagai ikan paus. Pemanah menembaki dan membunuh itu. Ketika hal itu dilakukan, Qin Shi Huang kembali ke Pulau Zhifu dan meninggalkan pesan yang masih ada sampai saat ini: "Datang ke Fu, melihat batu besar, dan menembak ikan." Xu Fu tidak memiliki alasan tinggal. Dia ingin mendapatkan ramuan keabadian, Qin Shi Huang memerintahkan Xu Fu untuk segera kembali, atau dia akan menghadapi konsekuensi.

.

Xu Fu meyakinkan kaisar ia akan melakukannya. Lalu ia mengumpulkan 6.000 perawan nya, menempatkan mereka di kapal, pergi berlayar dan tidak pernah kembali. Xu Fu melarikan diri ke Jepang dan menghabiskan sisa hidupnya dalam persembunyian.

Baca Juga : Misteri Aneh Yang Sulit Terpecahkan

Meracuni Diri Sendiri Dengan Merkuri

Xu Fu tidak pernah menyampaikan ramuan keabadian, tapi Qin Shi Huang tidak menyerah. Dia memiliki ahli yang membuat ramuan untuk membuatnya tetap hidup dan sehat termasuk meminum sebotol merkuri.

Qin Shi Huang sedang melakukan kunjungan ke sekitar kerajaannya ketika merkuri membunuhnya. Dia telah membawa botol penuh merkuri bersama dengannya. Sang Tabib kepercayaan meyakinkannya bahwa merkuri adalah "obat abadi." Obat Abadi itu membunuh dirinya saat itu juga, di usia yang relatif muda, 49 tahun.

Saat Qin Shi Huang tiada saat mereka( rombongan kerajaan) sedang dalam perjalanan dua bulan jauh dari rumah, dan orang – orang kepercayaannya takut tentang apa yang mungkin terjadi ketika orang-orang tahu bahwa sang kaisar sudah mati. Sang Penasihat kaisar, Li Si, bertekad untuk menyembunyikan bahwa kaisar telah meninggal. Selama beberapa bulan ke depan, ia berpura-pura Qin Shi Huang masih hidup, mengirimkan perintah sendiri bahwa ia mengaku berasal dari kaisar. Sementara itu, mayat kaisar abadi ini dikirim pulang, diapit oleh gerobak penuh ikan membusuk untuk menyembunyikan bau sisa-sisa membusuk nya.

Tags: Sejarah, Kaisar Cina

Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com