Cobain deh Pelesiran Budaya ke Karang Kamulyan, Dijamin Asyikk..

Cobain deh Pelesiran Budaya ke Karang Kamulyan, Dijamin Asyikk..

DAHAGA masih belum sepenuhnya tuntas meski kelapa muda yang segar itu selesai dihidangkan. Dahaga lain yang lebih menarik menunggu untuk segara dinikmati.

Di antara rimbun pepohonan rindang, obrolan hangat bersama Endang Sumarna, sang juru kunci situs Karang Kamulyan memancing saya untuk mengeksplorasi lebih lanjut mengenai situs purbakala itu. 

Karang Kamulyan adalah sebuah situs arekeologi dan budaya yang terletak di desa karang Kamulyan, Kecamatan Cijeungjing, kabupaten Ciamis. Situs dengan luas 25,5 hektar ini berada tak jauh dari pusat kota Ciamis, Cuma berkisar 16 km saja.

Saat memasuki area situs, corak arkeologi kental banget kerasa. Menhir, dolmen dan lingga yoni serta bebatuan bertumpuk lainnya tersebar pada beberapa titik. Obyek Batu pangcalikan merupakan area pertama yang dijumpai dari pos masuk. Pangcalikan yaitu tempat raja duduk dan bersemayam. 

Tentu saja yang paling populer adalah area penyabungan ayam. Konon, di lokasi inilah epos Ciung Wanara memperebutkan tahta kerajaan Sunda melalui sabung ayam begitu terkenal di masyarakat, khususnya masyarakat sunda.

Menurut Endang sumarna sang juru kunci, Ciung Wanara atau Sang Manarah adalah seorang anak raja kerajaan Galuh  yang terasingkan. Kerajaan Galuh sendiri dipercaya merupakan kerajaan sunda tertua. Karang kamulyan menjadi peninggalan dan petilasan atas kisah heroik sosok yang perkasa nan sakti dalam memperjuangkan kembali haknya.

Singkat cerita Ciung Wanara akhirnya berhasil mengambil alih kerajaan dari genggaman Patih Bondan Sarati yang terkenal lalim pada rakyatnya.

Sembari menyelami kisah Ciung wanara, selanjutnya kamu bisa menikmati obyek-obyek peninggalan lain seperti sanghyang bedil, lambang peribadatan, panyandaran, cikahuripan dan makam adipati panaekan. Papan penunjuk tiap area situs banyak tersebar jadi kamu nggak perlu takut tersesat.

Jangan lupa juga siapkan kacang atau penganan lain yang banyak dijajakan di sekitar situs, sebab jangan kaget kalau kera-kera bergerombol akan menyambut kamu untuk meminta “perhatian”. Buat informasi aja, Karang kamulyan juga menjadi habitat alami bagi satwa lutung dan jenis kera kecil lainnya.

Tradisi lokal dan Gong perdamaian

Bagi masyarakat di sekitarnya, Karang Kamulyan adalah tempat yang sangat dihormati dan dimuliakan. Secara harfiah Karang Kamulyan dapat dimaknai tempat kemuliaan, ini mungkin dilandasi oleh nilai kesakralannya sebagai tempat petilasan leluhur. 

Oleh karena nilai agungnya tersebut Karang Kamulyan sering menjadi tempat digelarnya tradisi lokal yang muncul turun temurun. Salah satunya adalah tradisi ngikis. Ngikis adalah tradisi berkumpulnya masyarakat menjelang bulan suci ramadan.

Dalam tradisi tersebut warga bergotong royong mengganti pagar bambu di sekitar situs. Setelah itu, warga menggelar tikar untuk menyantap congcot (tumpeng) bersama-sama (botram dalam istilah sunda) di area Pangcalikan. Kamu juga bisa ikutan merasakan keseruannya loh, banyak warga berduyun- duyun berharap dapat keberkahan dari congcot.

Kemudian usai bersantap mereka mendatangi Cikahuripan, sebuah mata air purba yang tak pernah surut. Di tempat itu warga beramai-ramai minum dan membasuh diri sebagai ritual penyucian menjelang ramadan. Suasana keakraban antar warga begitu terasa dalam tradisi tahunan tersebut. ohya, airnya juga seger banget.

Karang kamulyan juga istimewa karena  menjadi tempat bersemayamnya gong perdamaian dunia. Tak jauh dari gerbang utama, gong yang berisikan 10 simbol agama dan 202 bendera bangsa itu nampak kokoh dari kejauhan.

Kamu bisa berswafoto di sana, sekaligus ikutan say peace karena gong itu simbol komitmen warga dunia dalam memelihara perdamaian. Untuk diketahui, gong berdiameter 3,33 meter itu cuma ada di empat lokasi saja di nusantara, yaitu di Ambon, Bali, Jepara dan Ciamis tentunya.

Potensi Karang kamulyan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya itu gede banget. Apalagi kalau lebih dioptimalkan oleh pihak terkait. Pasalnya selama ini banyak wisatawan yang kurang mengenal Karang kamulyan dan kerap kalah pamor dari Pangandaran.

Maka buat kamu yang sering berlibur ke pangandaran, sambil melintas tak ada salahnya mengunjungi karang kamulyan. Kamu bisa menikmati pepes ikan mas yang lezat juga kelapa muda nan segar sambil menikmati histori Ciung Wanara yang penuh petualangan. 

Tags: Karang Kamulyan, Situs Budaya, Destinasi Wisata, Sejarah Ciung Wanara, Kerajaan Sunda, Indonesia Keren, Potensi Wisata, Jawa Barat

Wisata 9 months ago
Loading...
10 Misteri Penampakan UFO Paling Menggemparkan Di Seluruh Dunia

10 Ide Unik Melipat Handuk, Nomer 5 Wajib Dicoba

Orang kreatif selalu mempunyai banyak ide, bahkan benda sepele pun bisa menjadi sesuatu seni yang unik dan enak dipandang mata. Misal saja handuk, benda yang biasanya dipakai untuk mengeringkan badan setelah mandi ini ternyata bisa dijadikan seni yang unik. Yaitu dinamakan seni melipat handuk.

close

Mengenal Vebma

Apa itu Vebma? Vebma adalah sebuah media yang di peruntukkan untuk siapapun yang ingin menulis, membagikan ide, pengetahuan dan info apa saja untuk di ketahui umum umum.

Apa yang anda dapat?

Kamu akan di bayar untuk setiap View yang dihasilkan artikel yang kamu tulis.

Apa saja yang bisa kamu tulis?
Kamu bisa menuliskan apa aja yang ingin kamu ketahui dan kamu pelajari untuk kamu bagikan.

Advertiser
hello@vebma.com